Share

Gaji PNS Naik 5% Mulai 1 Januari 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 17 Agustus 2018 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 17 320 1937813 gaji-pns-naik-5-mulai-1-januari-2019-rljxzk7WzB.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah akan menaikan gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 5%. Hal ini terkuak saat Presiden Joko Widodo menypaikan keterangan Pemerintah atas RUU RAPBN 2019 beserta nota keuangan di Gedung DPR kemarin.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Mudzakir mengatakan, kenaikan gaji PNS sebesar 5% itu akan mulai dilakukan mulai Januari 2019 mendatang. Sebab usulan tersebut terncatum dalam RAPBN 2019.

"Kalau masuk anggaran tahun 2019 ya dari Januari tahun depan," ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (17/8/2018).

 

Nantinya lanjut Mudazkir kenaikan gaji tersebut akan berlaku untuk semua ASN. Artinya semua ASN di daerah maupun pusat nantinya akan menikmati kenaikan gaji sebesar 5% mulai 1 Januari 2018 mendatang.

"Iya (PNS pusat dan daerah). Tapi sebaiknya konfirmasi ke Kemeneterian Keuangan lebih akurat," ucapnya.

Sementara itu di tempat berbeda Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan aturan kenaikan gaji tersebut nantinya akan dikaji terlebih dahulu. Akan tetapi dirinya memastikan jika kenaikan gaji tersebut akan berlaku sejak Januari 2019 mendatang.

"Tentunya nanti ada PPnya. Tapi itu berlaku sejak Januari 2019. Tapi itu bisa saja regulasinya sambil jalan. Kalaupun telah 1 bukan 2 tapi kenaikan. Perhitungannya berlaku sejak Januari mudah-mudahan," jelasnya.

 

Menurut Askolani, kebijakan gaji PNS mulai tahun depan itu sudah memperhitungkan berbagai macam pertimbangan. Dari mulai kemampuan fiskal, inflasi hingga daya beli dari PNS itu sendiri.

"Nah itu tentunya kan sesuai dengan kemampuan fiskal jadi kita enggak bisa langsung geber. Kita seimbangkan dulu dengan kebijakan THR dulu gimana. setelah stabil baru kemudian kebijakan gaji pokok yang selama ini normal dijalankan lagi," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini