Sementara itu, Direktur Penelitian Pengembangan Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dede Firman Hendarsyah mengatakan, harapannya ke depannya industri keuangan syariah bisa terus berkembang lagi. Sehingga bisa mendukung pembangunan dan perekonomian nasional.
"Saya berharap kontribusi keuangan syariah ke depan lebih baik dan dapat mendukung pembangunan dan perekonomian nasional," jelasnya.

Dede menambahkan, selama tiga tahun belakangan hingga saati ini, industri keuangan syariah terus tumbuh. Pada tahun 2015, keuangan syariah tumbuh 20%, lalu pada tahun 2016 tumbuh sekitar 29% dan terakhir tahun 2017 tumbuh sekitar 27%.
Sementara itu, pada tahun 2018 ini hingga Juli 2018, pertumbuhan ekonomi syariah dibilang melambat. Sebab selama semester I-2018, industri keuangan syariah hanya tumbuh 17% saja jika dibandingkan tahun lalu (year on year/yoy).

Menurut Dede, pertumbuhan industri keuangan syariah masih ditopang oleh aset keuangan syariah. Hingga saat ini, assey keuangan syariah mencapai Rp1.204 triliun atau 8,47% dari aset keuangan Indonesia secara keseluruhan.
"3 tahun terakhir 20% 2015, 29% 2016, 27% pada tahun 2017. Di tahun 2018 sudah kita maklumi bersama dengan segala dinamika pada perekonomian kita Asset syariah tumbuh 17% secara yoy. Pertumbuhannya agak sedikit melambat. Kita harapkan sampai tahun 2018 kembali tinggi," jelasnya.
(feb)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.