Kondisi demikian, membuat BI memproyeksikan inflasi hingga akhir tahun 2018 akan di bawah 3,5%.
Inflasi yang terjaga ini, kata dia, terlihat dari meski permintaan konsumsi domestik meningkat namun masih di bawah output potensial. Hal ini membuat tekanan inflasi dari permintaan itu rendah.

Di sisi lain, tingkat depresiasi nilai tukar Rupiah yang lebih terjaga, juga membuat pengusaha tak langsung menaikkan harga jual produknya. BI mencatat Rupiah melemah 8,97% per 26 September 2018, lebih rendah dari depresiasi mata uang Turki, India, Afrika Selatan, dan Brasil.
"Dari pelemahan nilai tukar Rupiah, itu kami tidak melihat dampaknya terhadap inflasi," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)