nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Buka Suara soal Maju Mundur Harga BBM Premium yang Bikin Bingung

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 16:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 320 1962703 menteri-rini-buka-suara-soal-maju-mundur-harga-bbm-premium-yang-bikin-bingung-iTVF5IZ27n.jpeg Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Heru/Okezone)

NUSA DUA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, ada kesalahpahaman soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Hal ini dikarenakan minimnya waktu untuk berkomunikasi antara Rini dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Baca Juga: 3 Pertimbangan Presiden Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium

Seperti diketahui, kemarin sore, Rabu 10 Oktober 2018, Jonan mengumumkan soal kenaikan BBM jenis premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter pada pukul 18.00 WIB. Namun, belum selang satu jam, dirinya mengumumkan kenaikan tersebut dibatalkan dan akan dikaji lebih lanjut.

Rini mencerita kronologi kesalahpahaman tersebut. Pihak Kementerian BUMN memang baru mengetahui kabar kenaikan usai pengumuman dari Jonan, pasalnya pembicaraan awal soal hanya soal kenaikan BBM jenis Pertamax cs.

Pertamina Minta Penurunan Harga BBM Jangan Terlalu Dalam 

"Kan pagi itu (Rabu 10 Oktober 2018) baru saja kenaikan di Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite itu kan sudah naik, kemudian kita komunikasikan. Kok kemudian ada yang Premium (juga naik). Dari sejak awal, pemikirannya dengan penyesuaian harga Pertamax ini sudah sangat membantu pada Pertamina," jelasnya di sela-sela acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Dia mengakui memang belum ada komunikasi antara dirinya dan Jonan hingga pada sore kemarin sebelum pengumuman. Hal ini dikarenakan saat berkunjung ke daerah terdampak bencana yakni Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tidak adanya jaringan komunikasi akibat pasca-gempa.

Baca Juga: Harga Premium Batal Naik karena Menteri Rini, Begini Ceritanya

"Memang ada kesalahan, karena saya kan ke Sigi, itu tidak ada (jaringan) komunikasi waktu di Sigi, kalau di Palu kan ada (jaringan) komunikasi, di Sigi menghilang sama sekali, habis itu berangkat ke sini (Bali)," terangnya.

Kemudian usai adanya pengumuman kenaikan, dirinya langsung berkomunikasi dengan Menteri Jonan untuk dilakukan review terlebih dahulu, yang memang sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pertamina Minta Penurunan Harga BBM Jangan Terlalu Dalam 

"Setelah beliau (Jokowi) mereview ini ada negatif impact di inflasi dan juga daya beli masyarakat yang kecil dan menengah. Kalau beliau mengatakan (demikian), sudah saya instruksikan untuk tidak naik," jelasnya.

Soal rapat koordinasi yang memang seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebelum memutuskan kenaikan, Rini menyatakan, sudah ada pembicaraan. Namun saat itu dirinya tidak mengikuti karena sedang di Sulawesi tengah sehingga tidak mengetahui pasti pembicaraan yang dibahas.

"Jadi saya tidak tahu apa pembicaraan dengan Pak Jonan dengan Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan dengan yang lain, mungkin sudah ada pembicaraan itu," kata dia.

Baca Juga:  Harga Premium Batal Naik, Pertamina: Masih Dibahas Pemegang Saham

Menurutnya, sejak awal yang ditekankan untuk mengalami kenaikan adalah BBM jenis Pertamax. Sebab kompetitor juga telah menaikkan harga.

"Tapi penekanan dari awal memang kami menekankan kenaikan Pertamax, karena kenaikan itu bisa kita lakukan. Sehari sebelumnya sudah kita komunikasikan karena kompetitor kita sudah naik, maka kita harus segera naik," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini