nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Pertimbangan Presiden Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 20:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 320 1962334 3-pertimbangan-jokowi-tunda-kenaikan-harga-premium-6hJacOfrAn.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah batal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium lantaran adanya perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika mengatakan, keputusan penundaan kenaikan BBM jenis premiun itu lantaran Kepala Negara menyerap aspirasi dari masyarakat.

"Presiden selalu menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik. Dalam soal kebijakan harga BBM," kata Erani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10/2018).

Baca Juga: Harga Premium Batal Naik karena Menteri Rini, Begini Ceritanya

Presiden Jokowi mempertimbangkan tiga hal sebelum dinaikkannya harga premium kepada masyakat. Pertama, Presiden meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan.

"Kedua, Kemenkeu diminta menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan agar tiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal," terang Erani.

Sementara ketiga, Erani menyampaikan bahwa Kepala Negara ingin memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil.

"Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar," tandasnya.

Baca Juga: Harga Premium Batal Naik, Pertamina: Masih Dibahas Pemegang Saham

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Padahal, pemerintah baru saja mengumumkan harga Premium naik 7% menjadi Rp7.000 per liter.

“Ditunda, Kita akan evaluasi lagi,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi.

Sayangnya Agung tidak bisa memastikan kapan harga baru Premium yang sebesar Rp7.000 ini akan diterapkan.

“Belum tahu kapan, dilihat kesiapan Pertamina, perhitungan dari kenaikan harga minyak,” tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini