nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komunikasi Menteri Rini-Jonan 'Terputus' soal Kenaikan Harga BBM Premium

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 19:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 320 1962804 komunikasi-menteri-rini-jonan-terputus-soal-kenaikan-harga-bbm-premium-9ZLpIz3CiF.jpg Foto: Menteri BUMN Rini Soemarno (Okezone)

NUSA DUA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, minimnya waktu untuk berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membuat kesalahpahaman dalam memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Polemik kenaikan harga premium ini bermula saat Jonan mengumumkan soal kenaikan BBM jenis premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter pada pukul 18.00 WIB, kemarin sore, Rabu 10 Oktober 2018. Namun, belum selang satu jam, keputusan ini dibatalkan dengan alasan perlu mengkaji kesiapan PT Pertamina (Persero).

 

Rini mengakui memang belum ada komunikasi antara dirinya dan Jonan hingga pada sore kemarin sebelum pengumuman. Hal ini dikarenakan saat berkunjung ke daerah terdampak bencana yakni Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tidak adanya jaringan komunikasi akibat pasca gempa.

"Memang ada kesalahan, karena saya kan ke Sigi, itu tidak ada (jaringan) komunikasi waktu di Sigi, kalau di Palu kan ada (jaringan) komunikasi, di Sigi menghilang sama sekali, habis itu berangkat ke sini (Bali)," terangnya di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: Cerita Bos Pertamina soal Harga BBM Premium: Saya Tahu tapi Butuh Waktu

Dia menyatakan, sudah ada pembicaraan terkait rapat koordinasi yang memang seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebelum memutuskan kenaikan. Namun saat itu dirinya tidak mengikuti karena sedang di Sulawesi tengah sehingga tidak mengetahui pasti pembicaraan yang dibahas.

"Jadi saya tidak tahu apa pembicaraan dengan Pak Jonan dengan Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan dengan yang lain, mungkin sudah ada pembicaraan itu," kata dia.

 Baca Juga: Gelar Rakor, Keputusan Harga Premium Naik 'Seret' Menko Darmin

Menurutnya, sejak awal yang ditekankan untuk mengalami kenaikan adalah BBM jenis pertamax. Sebab kompetitor juga telah menaikkan harga.

"Tapi penekanan dari awal memang kami menekankan kenaikan pertamax, karena kenaikan itu bisa kita lakukan. Sehari sebelumnya sudah kita komunikasikan karena komptitor kita sudah naik, maka kita harus segera naik," jelas dia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini