nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temui Presiden Jokowi, ADB Siapkan Rp15,1 Triliun untuk Bantu Pemulihan Sulteng

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 18:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 20 1963300 temui-presiden-jokowi-adb-siapkan-rp15-1-triliun-untuk-bantu-pemulihan-sulteng-dAWFtO08YM.jpeg Presiden Jokowi dan Delegasi ADB (Foto: Dok. panitia IMF-WB 2018)

BALI - Presiden Asian Development Bank (ADB) bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hari ini, Jumat (12/10/2018). Dalam pertemuan tersebut, ADB menyampaikan bela sungkawanya pada Indonesia dan masyarakat yang terdampak oleh gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Presiden Nakao lantas mengikrarkan bantuan darurat senilai hingga USD1 miliar atau setara Rp15,1 triliun (kurs Rp15.100 per USD) untuk mendukung keperluan anggaran secepat mungkin dan upaya rekonstruksi di daerah terdampak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan dan Gubernur ADB Sri Mulyani Indrawati, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo turut dalam pertemuan itu.

Baca Juga: Foto Ketika Jack Ma dan Bos World Bank Berbagi Ilmu soal Digital Platform

Dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, Presiden Nakao juga bertemu dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Terkait dukungan darurat, Presiden Nakao menyampaikan pada Presiden Joko Widodo bahwa selain pinjaman bantuan anggaran darurat hingga senilai USD500 juta, ADB juga siap memberi pembiayaan tambahan sekitar USD500 juta melalui pinjaman proyek untuk mendukung rekonstruksi infrastruktur yang sangat penting, termasuk pasokan air dan sanitasi, sekolah, jalan dan jembatan, serta jaringan listrik. Bantuan darurat USD1 miliar tersebut di luar program pinjaman reguler ADB bagi Indonesia yang rata-rata mencapai USD2 miliar setiap tahunnya.

adb

(Foto: Dok. panitia IMF-World Bank 2018)

Pinjaman bantuan darurat ADB akan disiapkan dengan berkoordinasi dengan pemerintah, masyarakat yang terdampak, dan para pemangku kepentingan lainnya, serta diproses secara cepat untuk dapat segera disetujui Dewan Direktur ADB. Pinjaman tersebut akan memiliki ketentuan khusus berupa masa tenggang 8 tahun dan masa pembayaran kembali selama 32 tahun, lebih lama daripada biasanya. ADB juga akan memberi bantuan teknis guna mendukung kajian kebutuhan kerusakan yang dipimpin pemerintah, dan juga perencanaan pemulihan dan rekonstruksi.

Sebelumnya pada 8 Oktober, ADB telah menyetujui hibah darurat senilai USD3 juta yang berasal dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik (Asia Pacific Disaster Response Fund) ADB untuk mendukung upaya pemberian bantuan dengan segera di Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Foto Eksotisnya Karnaval Budaya Bali Saat Pertemuan IMF-World Bank 2018

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Nakao menegaskan dukungan ADB terhadap Indonesia melalui pinjaman proyek di berbagai sektor termasuk energi, pengembangan keterampilan, irigasi, dan pengembangan kawasan perbatasan, serta pinjaman berbasis kebijakan dengan matriks kebijakan untuk mendukung manajemen sektor publik dan iklim investasi. Selain pinjaman pada pemerintah, operasi sektor swasta ADB menyediakan pinjaman pada proyek-proyek sektor swasta yang strategis termasuk energi panas bumi.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sambil melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota—48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia. Pada 2017, operasi ADB mencapai USD32,2 miliar, termasuk USD11,9 miliar dalam bentuk pembiayaan bersama (cofinancing).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini