nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Solar, Menteri Susi Terima Keluhan soal Turunnya Harga Ikan

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 11:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 320 1963031 selain-solar-menteri-susi-terima-keluhan-soal-turunnya-harga-ikan-ChAWotuAlH.jpg Foto: Menteri KKP Susi Pudjiastuti (Antara)

JEMBRANA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kemarin mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali.

Menteri Susi sempat berdialog dengan nelayan sekitar dan menyaksikan langsung proses bongkar muat hasil tangkapan nelayan. Susi mengaku senang melihat tangkapan ikan masyarakat sekitar yang melimpah.

Tangkapan itu umumnya terdiri atas tongkol, cakalang, lemuru, dan ikan layang, di mana tongkol menjadi primadona. Dalam dialog bersama Menteri Susi, nelayan mengungkapkan, saat ini memang tengah musim panen ikan. Dalam sehari nelayan-nelayan di PPN Pengambengan dapat menangkap 100 hingga 150 ton ikan tongkol.

Baca Juga: Begini Jadinya jika Nelayan Tak Tahu Batas Perairan Indonesia-Malaysia

“Saya sangat senang dengan panen yang sangat besar, (ada) ikan tongkol, ikan lemuru, dan lain-lain di Pelabuhan Pengambengan ini. Saya berharap, inilah foto realita yang seharusnya ada di semua pelabuhan-pelabuhan. Dengan dibasminya illegal fishing, masyarakat merasakan hasilnya sekarang (ikan melimpah),” ungkap Susi.

Detik-Detik Ombak Tinggi Hantam Perahu Nelayan di Pantai Pasie Nan Tigo Padang

Meski demikian, Susi tidak menampik bahwa masih banyak kendala yang ditemui nelayan untuk menikmati panen ikan yang berlimpah ini. “Tadi nelayan mengeluh solar susah, padahalkan masa panen ikan terbatas. Nanti mungkin saya akan rapat konsolidasi meminta pada musim panen ikan itu kecukupan solar harus dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:

Tidak hanya perkara ketersediaan stok bahan bakar, Susi juga menerima aduan dari masyarakat mengenai harga ikan pada musim panen yang turun drastis. Ikan tongkol misalnya, sebelum musim panen, nelayan menjualnya dengan harga Rp15.000 per kilogram. Namun, beberapa waktu belakangan hanya dihargai Rp9.000 per kilogram bahkan Rp6.000 per kilogram untuk yang berukuran kecil. “Saya pikir itu terlalu rendah (harga beli tongkol). Mestinya bisa bertahan di Rp10.000 ke atas. Sekitar Rp10.000-15.000,” tandasnya.

Menteri Susi Angkat Bicara soal Kebakaran Kapal di Pelabuhan Benoa

Karena itu, menurut Susi, business process pelelangan ikan harus dibenahi sebagai mana mestinya. Selama ini, proses pelelangan ikan yang seharusnya dilakukan secara terbuka masih dilakukan secara tertutup.

“Sistem tertutup itu rawan kecurangan, manipulasi, dan kompromi. Jadi, akhirnya harga kenelayan sangat rendah. Solusinya kita memikirkan sistem pelelangan yang lebih baik, mengundang lebih banyak pembeli, atau kita membuat badan usaha pemerintah apakah BUMN, BUMD, atau koperasi yang dikelola pemerintah bersama masyarakat nelayan itu sendiri untuk menjadi seperti Bulog, yang menjaga batas harga bawah beras,” ujarnya.

Menurut Susi, restrukturisasi pelelangan dan penampungan ikan perlu dilakukan agar para bakul ikan, pengusaha, ataupun tengkulak tak lagi bisa mempermainkan harga ikan dari para nelayan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar mengatakan, akan segera mencarikan solusi atas aduan nelayan sehingga mereka dapat merasakan manfaat ekonomi yang besar dari kelimpahan ikan di laut. KKP juga telah melakukan berbagai upaya lain untuk terus mendorong geliat bisnis perikanan yang menguntungkan nelayan kecil.

Nelayan Makassar Keluhkan Sulitnya Tangkap Ikan Air Tawar

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini