nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aneka Komentar Masyarakat Usai Harga Premium Batal Naik

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 16:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 12 320 1963190 aneka-komentar-masyarakat-usai-harga-premium-batal-naik-ZrT8vORcfN.jpg Kondisi SPBU Usai Batal Naiknya Harga Premium (Foto: Okezone)

JAKARTA- Pemerintah resmi melakukan penundaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Sebagaimana diketahui, pemerintah mengumumkan harga Premium naik 7% menjadi Rp7.000 per liter, namun langsung dibatalkan.

Salah satu warga, Hardi mengatakan, langkah pemerintah untuk melakukan penundaan kenaikan harga BBM Premium itu sangat tepat. Karena apabila kenaikan itu terjadi, maka akan berdampak pada pedagang bahan pokok.

"Saya kebetulan berjualan bahan pokok, seperti sembako dan lain sebagainya, apabila harga Premium naik. Maka otomatis kami (pedagang), akan kena imbasnya dan harga-harga bahan pokok akan naik juga," kata Hardi kepada Okezone di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).

Baca Juga: Tak Ada Antrean, Pasokan BBM dan LPG di Sulteng Lancar Pasca-Gempa

Warga lainnya, Ahmad menyatakan, tindakan pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM Premium sudah benar. Cukup harga BBM Pertamax saja yang naik, karena itu non subsidi.

"Kita (ojek online), sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah, karena kalau Premium naik, akan sangat memberatkan masyarakat kecil," jelasnya.

Dia berharap, pemerintah melakukan kenaikan harga BBM Premium itu pada waktu yang tepat. Agar masyarakat bisa menerima kenaikan harga Premium tersebut.

"Semoga nantinya pemerintah menaikkan harga Premium tidak mendadak dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Masyarakat Kini Beralih ke Pertalite

Haris menyatakan, pemerintah sudah melakukan tindakan sangat tepat dengan penundaan harga BBM Premium tersebut. Karena di tahun politik ini, apabila terjadi kenaikan, akan membuat kegaduhan antar lapisan masyarakat.

"Kalau Premium naik pada tahun ini, pasti ada yang suka dan tidak suka, tapi lebih banyak tidak sukanya. Maka itu, lebih baik pemerintah menahan kenaikan BBM Premium itu," tuturnya.

Sedangkan, Wardi mengungkapkan, apa yang dilakukan pemerintah itu, sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab kenaikan BBM Premium itu sangat mempengaruhi aktifitas masyarakat.

"Pasti ada pengaruhnya apabila harga BBM Premium itu naik, seperti akan naiknya bahan pokok dan listrik," pungkasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hadi Djuraid mengatakan, penundaan kenaikan harga Premium dilakukan karena menunggu kesiapan Pertamina.

"Sesuai arahan Bapak Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali (Jawa, Madura, Bali) menjadi Rp7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," ujar Hadi.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini