nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hitung-hitungan Jokowi Harga BBM Premium Batal Naik

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 11:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 13 320 1963522 hitung-hitungan-jokowi-harga-bbm-premium-batal-naik-1aFt7Cfi9K.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Pemerintah batal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Sebagaimana diketahui, pemerintah mengumumkan harga Premium naik 7% menjadi Rp7.000 per liter, namun langsung dibatalkan.

Terkait hal itu, Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Razman Arif Nasution mengatakan, kenaikan harga Premium itu harus melihat keadaan dunia dan inflasi, karena secara substansi UU migas terkait Premium itu tergantung perkembangan ekonomi dunia. Kecuali solar, berdampak subsidi dari pemerintah atau DPR.

"Jadi, penundaan kenaikan harga Premium itu seolah-olah ada pembicaraan yang tidak dibangun oleh pemerintah. Padahal pembatalan kenaikan itu harus dihitung akibat dan efek yang dipertimbangkan secara matang. Maka itu, pak Presiden Jokowi berupaya agar Premium tidakdinaikkan," kata Razman pada acara Polemik MNC Trijaya, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/11/2018).

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Premium Ditunda, Waspadai Penimbunan

Dia menjelaskan, bahwa pemerintah saat ini sedang bekerja. Di mana BBM Premium ini peruntukkan untuk rakyat, terutama ekonomi ke bawah.

"Oleh karena itu, Presiden Jokowi tidak menaikkan Premium, karena masih ada hitung-hitungan yang bisa tidak itu dinaikkan," jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Telepon Pak Jonan Batalkan Kenaikan Harga Premium

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hadi Djuraid mengatakan, penundaan kenaikan harga Premium dilakukan karena menunggu kesiapan Pertamina.

"Sesuai arahan Bapak Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali (Jawa, Madura, Bali) menjadi Rp7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina," ujar Hadi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini