nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Minim, Penetrasi Asuransi di Indonesia Baru 7%

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 19 320 1966103 masih-minim-penetrasi-asuransi-di-indonesia-baru-7-HmsU3H3r6M.jpg Asuransi (Ilustrasi Foto: Reuters)

JAKARTA – Penetrasi asuransi di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 6–7%. Jumlah ini terhitung masih sangat kecil dibandingkan populasi Indonesia mencapai lebih dari 265 juta jiwa namun hanya 1,7% yang memiliki asuransi.

Baca Juga: 7 Kiat Agar Klaim Asuransi Mobil Cepat Cair

“Dari jumlah penduduk yang begitu besar, tentu kenaikan penetrasi 1% saja akan terlihat peningkatan yang besar dari sisi jumlah orang memahami pentingnya berasuransi,” kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna saat konferensi pers acara Insurance Day 2018 di Jakarta. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76%. Angka ini turun d ari survei tahun 2013 lalu di angka 17,84%.

grafik

Sementara tingkat utilitas mencapai 12,08%, tidak berubah jauh d ari survei 2013 di angka 11,81%. “Ini artinya dari 100 orang Indonesia, hanya 15 sampai 16 orang yang mengenal lembaga jasa keuangan asuransi,” ujar Dadang.

Karena itu, industri asuransi akan terus menggenjot pemahaman asuransi bagi masyarakat, khususnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong ketersediaan akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu upaya mendorong pemahaman berasuransi, yakni menyelenggarakan kegiatan Insurance Day 2018 yang fokus pada generasi milenial.

Baca Juga: ASEAN Jadi Percontohan Industri Asuransi Global

Berdasarkan data BPS, jumlah usia yang masuk pada generasi milenial tersebut (usia 17 sampai dengan 35 tahun) atau disebut juga sebagai Gen Y mencapai 30,1%. Menurut dia, generasi ini merupakan kekuatan besar perekonomian bangsa ke depan, sebagai generasi yang didukung kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. “Kegiatan Insurance Day 2018 fokus pada generasi milenial dengan kegiatan literasi keuangan secara serentak di 18 kota,” kata dia.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK Moch. Ichsanuddin menambahkan, peran industri perasuransian dalam pembangunan nasional perlu terus didorong. Hal itu bertujuan agar industri asuransi mampu berpartisipasi aktif dalam mewujudkan perekonomian nasional yang tumbuh stabil dan berkelanjutan.

grafik

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, perkembangan sektor keuangan termasuk industri asuransi merupakan syarat yang diperlukan bagi suatu perekonomian untuk semakin maju dan berkembang. Hal ini juga seiring dengan meningkatnya kelompok kelas menengah.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini