nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS Tak Bisa Serentak

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 10:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 22 320 1967137 pengumuman-seleksi-administrasi-cpns-tak-bisa-serentak-fGmW6ixMJN.jpg Ilustrasi: Foto Setkab

JAKARTA – Pengumuman hasil seleksi administrasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 dipastikan tidak serentak lantaran masih ada beberapa instansi yang belum menuntaskan proses verifikasi.

Sebenarnya pengumuman seleksi administrasi 2018 di jadwalkan kemarin. Seperti diketahui sebanyak 3.627.981 pelamar akan memperebutkan 238.015 kursi CPNS.

“Memang masih ada yang belum. Sampai pukul 20.00 WIB ada 240.000 lamaran yang belum tuntas diverifikasi. Dan sampai pukul 20.30 baru ada 83 instansi yang mengumumkan,” kata Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, saat dihubungi di Jakarta.

 Baca Juga: Ujian CPNS Segera Dimulai, Waktunya Hanya 90 Menit

Menurutnya, masing-masing instansi masih terus melakukan verifikasi agar dapat mengumumkan sesuai jadwal.

Namun, dia mengaku ada beberapa instansi yang belum dapat menjamin akan meng umumkan sesuai jadwal satu di antaranya Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

“Ada yang sudah give up seperti Bapeten akan diumumkan tanggal 22. Lalu, Kemenag dan Kemendikbud katanya akan melakukan semaksimal mungkin. Dua instansi ini yang melamar puluhan sampai ratusan ribu,” tuturnya.

 Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Diumumkan Serentak pukul 19.00

Instansi yang sudah mengumumkan di antaranya adalah Komisi Yudisial, BPN, Kementerian Sekretaris Negara, Komnas HAM, BPK, Kemenpan-RB, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Luar Negeri.

Lalu, Pemprov Jawa Timur, Pemkot Bandung, Kabupaten Tegal, 38 pemkab/pemkot se-Jawa Timur, Pemprov Sumbar, Pemkab Subang, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Tegal. Dia mengatakan, BKN tidak memaksa untuk dituntaskan pada 21 Oktober sebab hal ini ditakutkan berdampak buruk dalam proses verifikasi data pelamar.

“Kalau kita minta dipercepat, bisa jadi tidak fokus melakukan verifikasi. Malah nanti salah-salah verifikasi, yang seharusnya masuk malah jadi tidak,” ujarnya.

 Baca Juga: Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 di Sini

Menurutnya, jika melihat jadwal seleksi kompetensi dasar (SKD) yang akan dilakukan pada 26 Oktober sampai 17 November 2018, masih ada waktu bagi instansi untuk mengumumkannya. Instansi maksimal harus mengumumkan pada 24 Oktober karena pada 25 ada jadwal dan tempat seleksi.

“Saya kira dua hari bisa selesai. Seperti saat pendaftaran, di hari pertama belum semua instansi buka pendaftaran,” kata dia.

Ditanyakan dampak keterlambatan pengumuman bebe rapa instansi, Ridwan menyebut BKN hanya akan mempunyai waktu yang sempit untuk mengatur proses SKD. Namun, dia mengatakan bahwa hal tersebut dapat diatur dengan cara-cara lain yang bisa dilakukan BKN.

Sementara itu, pakar administrasi publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mengatakan, jika masih ada pelamar yang tidak lolos seleksi administrasi, hal tersebut disebabkan karena ada beberapa permasalahan dokumen yang dibutuhkan. Apalagi, masing-masing instansi meminta persyaratan secara rigit.

“Ada yang ijazahnya ber masalah. Akreditasinya tidak jelas. Jadi memang ini sudah di pastikan tidak akan lolos,” ujarnya.

Dia juga menilai masih ada instansi yang belum terisi disebabkan karena perbedaan tunjangan pegawai. Menurutnya, instansi dengan gaji yang baik pasti akan banyak diisi pelamar.

“Dokter itu banyak yang tidak mau di daerah. Lalu, formasi spesialis banyak yang kosong karena tidak mau kerja pegawai pemda. Kalau di DKI Jakarta ataupun Surabaya banyak karena besar,” tuturnya.

Berkaitan dengan SKD yang akan digelar setelah seleksi administrasi, Lina mengingatkan agar pemerintah memastikan semua sarana dan pra sarana tersedia. Dia mengatakan jangan sampai ada persoalan yang dapat merugikan pelamar.

“Harus menjamin secara teknis data base nya atau mesinnya siap dilakukan. Jangan sampai sistem down saat proses seleksi seperti ujian nasional,” tuturnya.

Sebelumnya Deputi Bidang SDM Aparatur KemenpanRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan bahwa Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018 menyiapkan 873 titik lokasi tes yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dia mengatakan, selain fasilitas CAT dari BKN, Panselnas juga akan menggunakan fasilitas CAT ujian nasional berbasis komputer (UNBK) milik Kemendikbud.

“Dari jumlah itu, 237 titik di antaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN. Lalu 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud. Dengan jumlah itu, diharapkan pelamar semakin dekat dengan lokasi tes CPNS tahun 2018,” ujarnya.

Setiawan mengatakan, lokasi tes CPNS yang dikoordinasi BKN antara lain kantor BKN pusat, sejumlah kantor regional BKN, dan UPT BKN. Selain itu, juga beberapa lokasi milik kementerian/lembaga yang tersebar di berbagai daerah. (Dita Angga)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini