Peringatan Keras Sri Mulyani ke Kemenhub soal Infrastruktur

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 320 1967405 peringatan-keras-sri-mulyani-ke-kemenhub-soal-infrastruktur-x4gqiqZ9Ri.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk jeli dalam membangun proyek infrastruktur. Menurutnya, Kemenhub harus benar-benar membangun proyek infrastruktur yang sesuai kebutuhan dan memiliki nilai keekonomian yang tinggi.

Menurutnya, jika dalam mengerjakan proyek tidak jeli akan menimbulkan beban dua kali. Beban pertama, proyek yang tidak bagus. Artinya masyarakat tidak dapat menikmati infrastruktur yang sudah dibangun secara maksimal, atau justru proyek tersebut akan sepi peminat.

Baca Juga: 10 Proyek Strategis Nasional Rampung Akhir 2018

Beban kedua adalah beban utang yang kemungkinan akan meningkat. Menurutnya, dengan uang yang beredar semakin langka menimbulkan gejolak pada perekonomian dan nilai tukar Rupiah.

Di saat nilai tukar mengalami pelemahan maka beban impor Indonesia akan semakin besar. Jika besar, maka utang pun berpotensi untuk meningkat nilainya.

"Kalau tidak punya program yang memiliki power of return ya tidak bagus anda berpotensi menghasilkan beban dua kali. Pertama menghasilkan proyek yang tidak bagus, kedua uang ini menjadi sangat langka. Jadi anda membebani ini," ujarnya dalam acara Leadership di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Baca Juga: Tak Hanya Andalkan APBN, Pasar Modal Siap Danai Infrastruktur

Apalagi menurutnya, Sri Mulyani saat ini kondisi perekonomian dunia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Bahkan beberapa negara pun mulai terkena dampaknya.

"Dunia berubah tidak hanya demografi tapi dari sisi bahwa mereka membutuhkan aspirasi yang cukup tinggi. Tapi dunia dihadapkan suasana yang cukup pelik," jelas Ani.

"Waktu anda mendesain suatu proyek waktu suku bunganya rendah proyek proyek apapun menjadi menarik. Bahkan proyek yang enggak mutupun menjadi kerena karena cost of money menjadi sangat murah," imbuhnya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini