nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia Turun Satu Tingkat, Simak Penyebabnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 11:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 01 320 1971845 peringkat-kemudahan-berusaha-indonesia-turun-satu-tingkat-simak-penyebabnya-svOVbTpEKv.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Peringkat kemudahan berinvestasi Indonesia atau yang biasa disebut Easy of Doing Business (EoDB) Indonesia turun satu peringkat. Kini peringkat EoDB Indonesia berada di peringkat 73 dari sebelumnya di peringkat 72.

Adapun yang membuat peringkat EoDB Indonesia turun ada empat indikator. Indikator pertama adalah turunnya peringkat dealing with construction permit (perizinan untuk membangun gudang) dari menjadi 112.

Selanjutnya adalah protective minority invetsor (perlindungan terhadap investor) yang juga turun dari peringkat 43 menuju ke peringkat 51. Kemudian ada trading acros Borders (efesiensi perdagangan ekspor impor) yang turun peringkat dari 112 ke 116. Dan terakhir adalah enforcement contract (penegakan kontrak) yang turun dari peringkat 145 menjual 146.

Baca Juga: Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia Turun 1 Tingkat ke-73

"Menegakan kontrak ini mencakup perselisihan komersial (juga turun)," ujar Analis Bank Dunia Marksym Lavorski dalam video confrence di Kantor Bank Dunia Indonesia Gedung Bursa Efek Indonssia, Jakarta, Rabu, (1/11/2018).

Sementara itu, enam indikator yang mencatatkan kenaikan peringkat adalah starting a business (memulai usaha) yang naik dari peringkat 144 ke 134. Kemudian ada regsitering properti (pendaftaran properti) yang naik dari peringkat 106 ke 100.

Baca Juga: Menkumham Sebut Bentuk CV Bisa via Online

Lalu ada getting credits (mendapatkan kredit) yang naik dari peringkat 55 ke 44. Kemudian ada resloving insolvency (penyelesaian kepailitan) yang meningkat dari 38 ke 36.

Sebagai informasi, Penghitungan kemudahan berbisnis Indonesia sendiri diambil sempel dari dua kota besar yakni Jakarta dan Surabaya. Adapun porsi penilainya adalah Jakarta sebesar 78% dan Surabaya 22%.

Dari Sempel tersebut, ada 10 indikator yang menjadi penilaian kemudahan berusaha. Ke sepuluh Indikator tersebut adalah kemudahan mendapatkan kredit, hingga perizinan properti harus menunjukan grafik yang baik.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini