nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Progres Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru Baru 8%

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 10 November 2018 19:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 10 320 1975945 progres-lapangan-gas-jambaran-tiung-biru-baru-8-RF6004pBUu.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Proyek lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) akan memasuki tahap pengeboran dua sumur pada 2019 mendatang.

Hingga saat ini, proyek anak usaha PT Pertamina (persero) yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur itu sudah mencapai 8%. Direktur Utama Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan, perseroan dengan capaian tersebut optimistis proyek gas lapangan unitisasi JTB bisa dioperasikan mulai kuartal II/2021.

Proyek ini akan menghasilkan 192 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/ MMSCFD).

”Saat ini perhatian utama kami bagaimana memaksimalkan kapasitas nasional, karena ini termasuk dalam proyek strategis nasional,” kata Jamsaton di Jakarta.

 Baca Juga: 45% Lapangan Migas di RI Berusia 25 Tahun ke Atas

Menurut dia, pengerjaan proyek gas lapangan unitisasi JTB dimulai pada 2017 silam. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 165 ha. Pada awalnya, proyek tersebut membutuhkan investasi USD2,056 miliar pada Agustus 2015, kemudian pada Desember 2016 direvisi menjadi USD1,797 miliar.

”Nilai plan of developmentnya kemudian direvisi menjadi USD1,547 miliar pada Juli 2017, sehingga kami bisa menghemat hingga USD500 juta,” paparnya.

Meskipun mampu menekan biaya, ujar Jamsaton, Pertamina EP Cepu diyakini bisa meningkatkan kapasitas produksinya.

 Baca Juga: Banyak yang Tua, SKK Migas: Saatnya Cari Sumber Minyak Baru

Pada awalnya kapasitas produksi proyek ini hanya 172 juta MMSCFD, namun akan ditingkatkan menjadi 192 juta MMSCFD.

”Jadi jika bisanya satu sumur itu bisa menghasilkan 5–10 MMSCFD, kami targetkan di proyek ini satu sumur bisa menghasilkan 60 MMSCFD,” harapnya.

Baca Juga: Jumlah Tenaga Kerja Asing dan Lokal di Sektor Migas RI Menurun, Ada Apa?

Sementara itu, General Manager Jambaran-Tiung Biru Bob Wikan H Adibrata menambahkan, hingga saat ini progres pengerjaan di proyek fasilitas pemrosesan gas (gas processing facility/GPF) tersebut telah mencapai sekitar 8%.

”Saat ini kami sedang melakukan pekerjaan utama yaitu pekerjaan fisik, jadi pergudangan akan dibangun. Tantangannya dari segi konstruksi karena masuk ke musim hujan yang memengaruhi material,” akunya.

Sebagai informasi, proyekgas lapangan unitisasi JTB ini digarap oleh PT Rekayasa Industri (persero), JGC Indonesia, dan JGC Corp. Selain itu, Pertamina EP Cepu juga memanfaatkan tenaga kerja lokal yaitu dari tingkat nasional, regional, lokal (Pemda Bojonegoro), dan lokal-lokal (desa sekitar). (Heru Febrianto)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini