nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PGN Raih Laba Bersih Rp3,06 Triliun pada Kuartal III-2018

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 12 November 2018 14:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 12 278 1976672 pgn-raih-laba-bersih-rp3-06-triliun-pada-kuartal-iii-2018-ZgYgiT4C0m.jpg Pipa PGN. Foto: Okezone

MEDAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil membukukan pendapatan sebesar USD2,45 miliar di kuartal III-2018. Raihan itu meningkat sekira USD280 Juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya UDS2,17 miliar.

Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut, utamanya diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar USD1,94 miliar dan penjualan minyak dan Gas sebesar USD442 juta.

Sedangkan laba operasi interim konsolidasian selama di triwulan III-2018 sebesar USD 390 juta, dengan laba bersih sebesar USD218 juta atau Rp3,06 triliun (kurs rata-rata Rp 14.048).

Baca Juga: PGN Layani 30 Ribu Pelanggan di Sumut Tahun Depan

Sementara itu, untuk EBITDA juga meningkat menjadi sebesar USD701 juta, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD636 juta.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (12/11/2018).

Selama periode Januari-Oktober 2018, lanjut Rachmat, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 828,98 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Rinciannya, sepanjang Kuartal III-2018 volume gas distribusi sebesar 800,10 MMscfd dan volume transmisi gas bumi sebesar 28,88 MMscfd.

Rachmat mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

“PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada kuartal III-2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 35,75 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.516,70 km atau setara dengan 80% dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional,”paparnya.

Baca Juga: Lewat dari 90 Hari, Bagaimana Kelanjutan Akuisisi Pertagas oleh PGN?

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.

(Feb)

Saat ini, PGN juga telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu, untuk menunjang penyaluran serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung.

“Pada tahun ini, PGN juga banyak melakukan terobosan seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas,”jelasnya.

PGN, lanjut Rachmat, memiliki Saka Energy yang menyediakan gas bumi di sektor hulu. PGN juga mengembangkan produk gas bumi yakni Liquefied Natural Gas (LNG) yang dilakukan oleh PT PGN LNG Indonesia, penyaluran CNG melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, sampai melalui anak usaha PGN lainnya. PGN pun dapat menyediakan pasokan gas bumi, listrik, pasokan bahanbakar gas untuk transportasi hingga jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC) hingga Informasi Tekonologi Komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN.

"Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. Dan, PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah,"tukas Rachmat.

Baca Juga: PGN: Proses Akuisisi Pertagas Terus Berjalan

Sejumlah proyek infrastruktur sedang digarap PGN, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. Selain itu, PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau. PGN juga mengembangkan pipa gas bumi di Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km. PGN juga masih dalam proses membangun jaringan pipa distribusi gas bumi di Pasuruan, Mojokerto.

"PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik,"tandasnya.

PGN sendiri saat ini memiliki jaringan lebih dari 9.763 kilometer pipa transmisi dan distribusi. PGN mampu memasok 835,56 BBTUD gas bumi untuk keperluan pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG serta rumah tangga..

Saat ini sebesar 56,97% saham seri B PGN dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan sekitar 43,03% saham dikuasai publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara Pemerintah RI tetap memegang satu saham dwiwarna perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini