nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPA Siapkan Rp10 Triliun untuk Kembangkan Bisnis

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 19 November 2018 10:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 19 320 1979668 ppa-siapkan-rp10-triliun-untuk-kembangkan-bisnis-LsXunLH8yT.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

BANYUWANGI – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PT PPA pada tahun depan siap mengalokasikan anggaran investasi hingga sebesar Rp10 triliun untuk pengembangan bisnis anorganik.

Direktur Utama PPA Henry Sihotang mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BU MN), perseroan dituntut untuk mencatat laba dan berkontribusi terhadap negara. Untuk itu, sejak tahun ini PPA mencari sumber pendanaan baru dari berbagai unit bisnis. “Sejak 2014-2017 bentuk investasi kami masih berupa kerja sama dan trading. Tahun ini kami masuk ke investasi riil sehingga tumbuh secara anorganik,” kata Henry dalam media gathering PPA di Banyuwangi, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Sejumlah investasi yang telah disuntikkan perseroan, antara lain bidang usaha pupuk di Gresik, timah dan smelter di Bangka Belitung, pabrik kelapa sawit di Riau, manufaktur di Surabaya, hingga kapal terapung untuk konversi LNG jadi gas yang kemudian disalurkan ke pembangkit listrik di Bali.

Baca Juga: PPA Bentuk Anak Usaha Baru

“Investasi yang telah digunakan hingga saat ini sebesar Rp2 triliun, kami akan terus mencari peluang investasi yang di nilai sangat menguntungkan,” ujarnya.

Menurutnya untuk alokasi anggaran investasi tahun depan, PPA siap mengalokasikan dana hingga Rp10 triliun. Porsi investasi tahun 2019 bukan hanya bergerak di sektor pertambangan dan migas, tapi juga memperluas portofolio unit bisnis lainnya.

“Sesuai RKAP, kita alokasikan Rp10 triliun, jadi kita belajar untuk tumbuh dan progresif. Di sisi lain, PPA juga membantu pemerintah dalam meningkatkan produktivitas nasional,” ujarnya.

Baca Juga: PPA Terbitkan Notice of Default kepada Tuban Petro

Direktur Keuangan dan Dukungan Kerja PPA Ajar Setiadi menambahkan, untuk mendukung pengembangan investasi tahun depan, perseroan juga turut mencari pendanaan dengan melakukan pinjaman dari berbagai perusahaan perbankan. “Kami mendapatkan pendanaan dari berbagai bank BUMN, seperti Bank Mandiri, BTN, dan BNI, ada juga dari bank asing,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) didirikan pada 27 Februari 2004 melalui Peraturan Pemerintah No. 10/2004 sebagai sebuah perseroan yang mengemban tugas utama untuk mengelola aset-aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), baik aset kredit, saham, maupun properti.

Melalui Peraturan Pemerintah No. 61/2008 tanggal 4 September 2008, pemerintah memperluas maksud dan tujuan PPA dengan menambah ruang lingkup tugas baru setelah pengelolaan aset eks BPPN, restrukturisasi dan atau revitalisasi BUMN, kegiatan investasi, serta kegiatan pengelolaan aset BUMN.

 (Feb)

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini