nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Negara Terbaik Dunia dalam Pengembangan Talenta Karyawan, Siapa Saja?

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Kamis 22 November 2018 13:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 320 1981182 10-negara-terbaik-dunia-dalam-pengembangan-talenta-karyawan-siapa-saja-J6xhoVDz6P.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Beberapa negara di Eropa masuk dalam daftar10 negara terbaik dalam mengembangkan talenta karyawan di dunia.

Dikutip dari CNBC, Kamis (22/11/2018), IMD Business School melaporkan bahwa negara- negara di Eropa melakukan pekerjaan dengan baik yang mampu mengembangkan kemampuan karyawannya dibandingkan dengan wilayah dunia lainnya.

Selama lima tahun ini, Swiss menduduki posisi teratas dalam World Talent Ranking (Peringkat Bakat Dunia) berkat investasi besarnya dalam dunia pendidikan dan pelatihannya yang dapat menarik karyawan internasional. Peringkat selanjutnya diikuti oleh Denmark, Norway, Austria dan Netherlands. Peringkat 6 diduduki oleh Kanada, salah satu negara non-Eropa yang berada di top 10. Diikuti oleh Finland, Swedia, Luxemborg, dan Jerman.

Negara maju seperti Amerika Serikat (peringkat 13), Australia (peringkat 14), dan Inggris (peringkat 23) gagal menduduki posisi teratas. Untuk kawasan Asia, Singapura muncul sebagai peringkat teratas dengan peringkat ke-12 di dunia. Cina menduduki peringkat ke-39, Indonesia ke-45 dan India ke-53.

Baca Juga: Menaker: Kerja Tak Boleh Biasa-Biasa Saja

Laporan ini merupakan hasil dari survey perusahaan eksekutif dan data, mengukur negara-negara berdasarkan tiga faktor, investasi dan pengembangan sistem pendidikan nasional, banding untuk pekerja asing (kualitas hidup, pajak, dan biaya hidup), serta kemampuannya untuk menciptakan peluang kerja dan melatih karyawan.

Direktur IMD World Competitiveness Center Arturo Bris mengungkapkan, bahwa program investasi pendidikan dan pelatihan ini merupakan cerminan dari sejarah Eropa.

“Negara-negara Eropa memang mendominasi, ini merupakan salah satu warisan. Terutama Swiss, yang mengembangkan ‘practical economy approach’ untuk menyesuaikan pendidikannya dengan manufaktur, penelitian dan pengembangan, dan pekerjaan teknologi yang diperlukan untuk industri utama negara,” jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemerintah Latih 2.000 Mentor untuk Program Pemagangan

Sementara itu, Amerika Serikat yang digolongkan sebagai negara paling kompetitif di dunia berdasarkan IMD Study, tertinggal dalam hal investasi dan efisiensi sistem pendidikannya.

“Kita harus melihat sistem pendidikan dan keterampilan yang akan menyediakan pekerjaan di masa depan, bukan hanya untuk hari ini saja,” tambahnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini