nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts Garap Potensi Investasi Balikpapan

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 25 November 2018 12:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 25 278 1982471 komunitas-mnc-gemesin-asia-charts-garap-potensi-investasi-balikpapan-1jfZslvrG4.jpeg Foto: Komunitas MNC Gemesin Garap Investasi (Dok)

BALIKPAPAN - Salah satu kota yang menyimpan potensi pertumbuhan pasar modal di provinsi Kalimantan Timur adalah Balikpapan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur, transaksi saham tertinggi se-Kalimantan Timur pada tahun 2017 tercatat di kota Balikpapan dengan nilai transaksi mencapai Rp 234,60 miliar.

 Baca Juga: MNC Sekuritas Luncurkan MNC Gemesin Plus, Investasi Dilindungi Asuransi

Atas dasar itulah, komunitas yang diluncurkan oleh MNC Sekuritas dan Komunitas Asia Charts Indonesia pada bulan September 2018 lalu yaitu Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts juga menggarap potensi investor saham di Balikpapan dengan menggelar acara workshop bertema Better Financial Future pada Jumat 23 November 2018.

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 200 orang peserta tersebut, Founder Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts Fajrin Syukron menyampaikan materi tentang Basic Education Smart Training (BEST), sementara itu Co-founder Asia Charts Indonesia Darwin Teh menyampaikan materi tentang Workshop Investment (WIN).

“Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts dibentuk untuk mensosialisasikan Gerakan Menabung Saham Indonesia (GEMESIN). Di Balikpapan sendiri, anggota komunitas kami sudah lebih dari 100 orang. Harapannya komunitas ini bisa membawa perubahan positif dalam membentuk gaya hidup berinvestasi saham di kalangan masyarakat Balikpapan dan sekutarnya,” jelas Fajrin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (25/11/2018).

 Baca Juga: MNC Sekuritas Rangkul Asia Charts Bentuk Komunitas dengan 1.000 Anggota

Di lain sisi, Co-founder Asia Charts Indonesia Darwin Teh mengungkapkan bahwa jumlah anggota Komunitas GEMESIN Asia Charts yang telah lebih dari 1.000 orang merupakan bukti bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan informasi yang lengkap untuk mengenal pasar modal itu terlebih dahulu.

“Kami menggelar seminar ke berbagai kota di Indonesia untuk memperlengkapi anggota komunitas dalam menghadapi kondisi ekonomi dan pasar modal. Semoga komunitas ini dapat menjadi wadah edukasi yang efektif untuk para anggotanya agar dapat saling berinteraksi dan mengembangkan keterampilan berinvestasi saham,” tutup Darwin.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini