nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi 0,27% di November 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 18:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 20 1986277 kenaikan-harga-beras-picu-inflasi-0-27-di-november-2018-Cz238jFPCr.jpg Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada November 2018 terjadi kenaikan harga beras baik untuk kualitas premium, medium dan rendah di tingkat penggilingan. Hal ini pun memicu kenaikan inflasi di November 2018.

Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan per Oktober 2018 untuk kualitas premium Rp9.771 per kilogram (kg), naik 1,30% jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kemudian untuk kualitas medium naik 2,22% atau menjadi seharga Rp9.604 per kg, dan kualitas rendah naik 2,52% atau menjadi seharga Rp9.426 per kg.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Kompak Prediksi Inflasi 3,2%

Adapun BPS mencatatkan pada November 2018 terjadi inflasi sebesar 0,27% (month to month/mtm). Di mana andil beras pada inflasi November 2018 sebesar 0,03%, menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi.

"Tapi kalau dibandingkan posisi November 2017 kenaikan ini masih oke, kenaikan wajar karena masih rendah. Pada periode itu rata-rata naik 0,26% andilnya 0,03% ke inflasi nasional. Pada November 2018, tipis terkendali di 0,7% sehingga andilnya sama di 0,03%," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Perum Bulog Pastikan Stok Beras Bulan Ramadan Aman

Kenaikan harga beras tersebut seiring dengan adanya kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG), dan gabah kualitas rendah, baik di tingkat petani maupun penggilingan.

Untuk rata-rata harga gabah di tingkat petani, pada November 2018 GKP seharga Rp5.116 per kg atau naik 3,64% dibanding Oktober 2018. Sedangkan di tingkat penggilingan, seharga Rp5.212 per kg atau naik 3,43%. 

Baca Juga: Biang Kerok Inflasi November, dari Tiket Pesawat hingga BBM Non Subsidi

Adapun untuk rata-rata harga GKG di tingkat petani sebesar Rp5.645 per kg atau naik 3,28% dan di tingkat penggilingan seharga Rp5.754 per kg atau naik 3,34%. Sedangkan harga gabah kualitas rendah di tingkat petani naik 0,95% jadi Rp2.739 per kg dan di tingkat penggilangan naik 1,23% jadi Rp2.841 per kg.

Pria yang akrab dipanggil Kecuk itu mengatakan, kenaikan ini merupakan siklus musiman di akhir tahun. Mengingat pada akhir tahun merupakan masa tanam, sehingga jumlah pasokan menurun.

"Kalau dibandingkan pada tahun lalu, itu sama. Ketika masuk Oktober-Desember itu selalu terjadi kenaikan harga gabah karena bulan itu masuk musim tanam. Artinya pasokan gabah turun. Biasa itu. Karena jumlah turun, harga naik," katanya.

Perum Bulog Targetkan 1 Juta Ton Beras untuk Bulan Juli-September

Meski terjadi kenaikan harga pada gabah dan beras, kata Kecuk, inflasi hingga Desember 2018 diperkirakan tidak akan terdampak banyak dari kenaikan harga tersebut. Sebab stok cadangan beras Bulog saat ini telah memadai untuk dilakukan operasi pasar guna antisipasi permintaan di liburan Natal dan Tahun Baru yang biasanya memicu kenaikan harga.

"Situasinya agak beda, tahun lalu jumlah stok kita di Bulog itu di bawah 1 juta ton, hanya sekitar 800 ribu ton, sehingga kemampuan untuk intervensi pasar juga terbatas. Tapi tahun ini jumlah stoknya bagus, diharapkan harga beras akan stabil, karena kenaikannya yang 0,7% itu wajar lah," jelas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini