nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MNC Asset Management Beberkan Kondisi Market 2019

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 11:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 278 1987535 mnc-asset-management-beberkan-kondisi-market-2019-cb3EAZWY1u.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - MNC Asset Management mempererat kerja sama dengan ikatan Dana Pensiun Islam Indonesia (IDPII untuk memberikan penjelasan komprehensif mengenai capital market outlook 2019 kepada 17 Dana Pensiun.

Sebagai perusahaan manajer investasi, MNC Asset Management telah mengelola dana dari berbagai institusi termasuk dana pensiun yang tergabung dalam IDPII. Oleh karena itu MNC Asset Management diberikan kepercayaan untuk menjelaskan perkembangan pasar modal saat ini dan outlook pada 2019.

 Baca Juga: MNC Asset Management Sabet 4 Penghargaan Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2018

CEO MNC Asset Management Frery Kojongian mengatakan, pihaknya telah melihat kondisi pasar modal tahun 2019 cenderung lebih positif untuk market ekuitas (syariah), dengan mempertimbangkan nilai wajar posisi IHSG dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) saat ini. Serta kinerja emiten yang berpotensi tumbuh positif.

"Sedangkan untuk fixed income lebih netral dengan pertimbangan tren kenaikan suku bunga global dan nilai tukar Rupiah yang relatif melemah," ujarnya di Gedung MNC Financial Center, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

 Baca Juga: Risiko Investasi Tak Bisa Dihindari tapi Bisa Diantisipasi

Dia menjelaskan, MNC Asset Management juga fokus untuk sosial edukasi perihal reksa dana berbasis syariah kepada semua nasabah.

"Dalam kegiatan ini, kami juga memberikan pemaparan tentang proyeksi industri reksa dana syariah di tahun 2019 khususnya untuk seluruh anggota IDPII," tuturnya.

 Baca Juga: MNC Asset Management Paparkan Outlook 2019 ke Asosiasi Dana Pensiun Indonesia

Dia menuturkan, tantangan utama yang harus dihadapi hingga tahun depan, antara lain, tren naiknya suku bunga global risiko perang dagang Amerika Serikat dan China yang berlanjut.

"Kondisi politik menjelang Pilpres 2019, serta defisit membengkak akibat naiknya harga minyak dunia," ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini