nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setahun Dibuka, Tol Jombang-Mojokerto Sepi Peminat

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 13:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 320 1987591 setahun-dibuka-tol-jombang-mojokerto-sepi-peminat-E1Ocrltnmi.jpg Foto: Okezone

MOJOKERTO – Setahun lebih dibuka tol Jombang-Mojokerto (Jomo) masih sepi peminat. Hingga kini jumlah pengguna tol yang tersambung dengan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) itu masih mencapai angka 14.000 kendaraan per hari.

Tol Jomo dibuka pada September tahun lalu. Tol sepanjang 40,5 kilometer yang terbagi menjadi empat seksi tersebut hanya ramai di akhir pekan. Pertumbuhan pengguna jalan bebas hambatan ini terbilang masih kecil.

”Awal Januari lalu mencapai 10.000 kendaraan per hari. Saat ini 14.000 kendaraan,” kata Manajemen Pendapatan Tol (MPT) Jomo, Rifan Tsamany.

 Baca Juga: Jalan Tol Akan Angkat Ekonomi Jawa Barat Bagian Selatan

Rifan mengakui, jumlah pengguna tol saat ini masih jauh dari target, yakni 27.000 per hari. Menurut dia, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan jalur bebas hambatan tersebut.

”Salah satunya dengan program Terima Kasih Pelanggan. Program ini memberikan undian bagi pengguna tol yang saat ini sedang berjalan,” ungkapnya.

Mengenai angka kecelakaan di jalur tol Jomo, Humas PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) Tol Jomo, Dela Rosita, mengatakan, dalam sebelas bulan ini angka kecelakaan mencapai 139 kasus. Dari jumlah itu tiga pengendara meninggal dunia.

”Angka itu terbilang kecil dibanding panjang ruas tol,” kata Dela.

 Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Tol Jakarta-Surabaya Hanya Sekali Bayar

Umumnya kasus kecelakaan terjadi lantaran human error, seperti pecah ban, kelebihan batas maksimal kecepatan, dan sopir yang mengantuk. Padahal, menurut Dela, jalur tol Jomo terbilang aman jika pengendara patuh berlalu lintas.

”Kalau untuk jalur sangat aman. Pengawasan dan perawatan terus kami lakukan demi kenyamanan dan keamanan pengguna tol,” ucapnya.

Untuk mengurangi angka kecelakaan PT MHI telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memasang papan batas kecepatan di setiap kilometer. Dengan begitu, pengguna tol akan lebih berhati-hati.

”Karena lebih banyak kecelakaan disebabkan pengendara yang memacu lebih dari 100 kilometer per jam yang merupakan batas tertinggi kecepatan kendaraan,” tuturnya.

 Baca Juga: Presiden Jokowi Bakal Naik Mobil Coba Tol Jakarta-Surabaya

Dela menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan Korlantas untuk melakukan penindakan atas pelanggaran kecepatan dengan menggunakan speed gun. Kerja sama itu untuk mengurangi jumlah pelanggaran dan angka kecelakaan.

”Sudah beberapa kali dilakukan operasi bersama Korlantas untuk penindakan over speed,” tuturnya.

Lebih jauh Dela menjelaskan, ada beberapa titik tol yang perlu diwaspadai pengendara. Salah satunya di kilometer 697 seksi 1 dan kilometer 709 di kilometer 709. ”Tapi jika pola mengendara dan kondisi kendaraan yang normal, tidak akan terjadi laka lantas,” jaminnya. (Tritus Julan)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini