nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Kabar Kebijakan Relaksasi DNI?

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 10:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 320 1988014 apa-kabar-kebijakan-relaksasi-dni-JMYkOxwnvt.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah masih mengkaji kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) sebelum dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono Moegiarso mengatakan, ada 41 bidang usaha yang akan dikeluarkan dari DNI. Sebelumnya, ada 54 bidang usaha yang diusulkan untuk dikeluarkan dari DNI 2018.

"Jadi data yang terakhir yang masih kami bahas lagi ada 41 bidang usaha," ujarnya di Jakarta.

 Baca Juga: Catat, Usaha Umbi-umbian hingga Warnet Dilarang Dimasuki Asing

Menurut dia, pembahasan mengenai DNI bersifat dinamis karena belum ada perpres. Dari 41 bidang usaha itu akan diusulkan ke Presiden Joko Widodo.

"Ini dinamis dan jangan bilang revisi sebab belum ada prepres. Sementara posisi final seperti ini, tinggal menunggu pembahasan tingkat menteri atau ratas dengan presiden. Kalau nanti ada arahan nanti kita ubah lagi," ungkapnya.

Seperti diketahui, bidang usaha dibagi dalam lima kelompok, yaitu kelompok A, B, C, D, dan E. Dari 54 bidang usaha yang akan dikeluarkan dari DNI, pemerintah mengembalikan 5 bidang usaha ke dalam DNI sehingga totalnya ada 49 bidang usaha.

 Baca Juga: Menko Darmin Blak-blakan UMKM Dicoret dari Relaksasi DNI

Dari total 49 bidang usaha tersebut, ada 9 bidang usaha yang dikembalikan dalam DNI. Kemudian ada penambahan satu bidang usaha terbuka untuk investasi namun dengan syarat kemitraan.

"Persyaratan dipertegas dengan kemitraan dan batas persya ratannya diperbaiki dengan semangat kemudahan perizinan," kata Susiwijono.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah akan menyelesaikan kebijakan DNI pada minggu ini. "Tunggulah beberapa hari ini kita selesaikan. Kita akan usahakan supaya selesai," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini