nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Underpass Karangsawah yang Pecah Kemacetan

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 13:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 08 320 1988499 mengintip-underpass-karangsawah-yang-pecah-kemacetan-thbpt9HyUE.jpeg Foto: Dokumentasi Kementerian PUPR

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan VII, Direktorat Jenderal Bina Marga (Ditjen Bina Marga) melakukan sosialisassi penutupan perlintasan kereta api Karangsawah. Hal tersebut menyusul dibukanya Underpass Karangsawah.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan VII Akhmad Cahyadi mengatakan dengan adanya Underpass Karangsawah maka kepadatan kendaraan di jalur tersebut tidak akan terganggu oleh perjalanan kereta api. Sebab selama ini padatnya pada jalur tersebut disebabkanadanya perlintasan kereta sebidang.

“Uji coba open traffic ini akan berlangsung 7 x 24 jam agar dapat diketahui pola lalu lintas pengguna jalan, baik saat hari efektif maupun pada hari libur. Selama 7 hari akan dilakukan evaluasi, apabila ada pembenahan akan dilakukan segera,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (12/8/2018).

Pembangunan Underpass Karangsawah merupakan realinyemen jalan nasional sepanjang 850 meter termasuk pembangunan box underpass sepanjang 46 meter dan duplikasi Jembatan Pedes dengan bentang 60 meter. Alokasi anggaran untuk pembangunannya yakni 87 miliar rupiah yang berasal dari APBN 2018.

Pembangunan Underpass Karangsawah terkontrak pada bulan Februari dan telah selesai pada tanggal 21 November 2018.Dari segi estetika, Underpass Karangsawah dihiasi oleh motif batik salem yang merupakan batik khas Brebes untuk mengangkat kearifan lokal.

Tujuannya agar Underpass Karangsawah ini bisa menjadi ikon di wilayah setempat. Selain itu Underpass Karangsawah juga dilengkapi dengan rambu-rambu yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Kabupaten Brebes dan konsultan Andalalin sesuai dengan standar yang diperlukan. Juga terdapat pemasangan 2 zebracross tepatnya di depan Sekolah Dasar Kutamendala dan Mts Nurul Ulum Karangsawah.

Sebelumnya, pada tahun 2015 saat mudik lebaran terjadi kemacetan panjang di wilayah Brexit. Oleh karena itu Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengusulkan agar dibangun flyover maupun underpass untuk menghindari 5 perlintasan sebidang kereta api dari Pejagan hingga Purwokerto.

Sehingga pada Tahun Anggaran 2016/2017 telah dibangun pula 4 Flyover yakni FO Dermoleng, FO Klonengan, FO Kesambi dan FO Kretek untuk menghindari perlintasan sebidang rel kereta api dan sebagai jalur konektivitas Jalur Utara dengan Jalur Selatan yang dimulai dari Pejagan melewati Prupuk menuju Bumiayu dan Purwokerto.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini