nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTGU Jawa 1 Siap Konstruksi

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 15:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 08 320 1988532 pltgu-jawa-1-siap-konstruksi-aNr8KGOBjj.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan memulai konstruksi proyek pembangkit listrik bertenaga gas (PLTGU) Jawa I yang berlokasi di Cilamaya, Jawa Barat pada bulan ini.

Hal itu merupakan tindak lan jut pelaksanaan proyek setelah perusahaan pelat merah itu berhasil memperoleh pendanaan final (financial close /FC) pada 5 Desember 2018.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan mengatakan, seluruh listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tersebut akan dipasok ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) selama 25 tahun.

Melalui pengembangan proyek ini, Pertamina Grup men jadi mitra PLN dalam me- masok listrik kejaringan listrik nasional Jawa-Bali. “Pembangunan infrastruktur gas dan pembangkit listrik yang terintegrasi dilakukan untuk mewujudkan energi bersih bagi negeri,” kata Heru di Jakarta kemarin.

Menurut dia, proses pembangunan pembangkit listrik gas terintegrasi ini akan memasuki masa konstruksi skala penuh pada minggu ketiga Desember 2018. Proyek ini tak hanya mem bangun pembangkit listrik berkapasitas 1.760 megawatt (MW), tetapi juga mencakup satu fasilitas unit regasifikasi terapung atau Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 170.000 m3.

Proyek ini dipastikan akan menjadi proyek terintegrasi gas alam dengan pembangkit listrik pertama di Asia dan yang terbesar di Asia Tenggara. Dia mengatakan, proyek ini dikerjakan oleh anak usaha Pertamina, PT Pertamina Power Indonesia (PPI), yang merupakan induk perusahaan dari proyek Jawa 1 yang dikerjakan PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR).

JSP bertugas melaksanakan, mengoperasikan, dan memelihara proyek PLTGU Jawa I. Perusahaan ini merupakan perusahaan konsorsium yang dipimpin oleh PPI dengan hak kelola 40%, dengan anggota konsorsium lainnya Marubeni Corporation sebesar 40% dan Sojitz Corporation 20%.

Adapun JSR adalah perusahaan konsorsium yang didirikan untuk mengelola FSRU di proyek Jawa I. Pada perusahaan JSR ini, PPI memiliki hak kelola 26%, lalu Humpuss 25%, setelah itu Marubeni 20%, Mitsui OSK Lines Ltd 19%, dan Sojitz 10%.

Untuk pengerjaan konstruksi nya, konsorsium proyek Jawa I telah menunjuk kon sorsium General Electric (GE), Sam sung C&T, dan PT Meindo Elang Indah sebagai kontraktor rekayasa sipil dan konstruksi, pemasok turbin generator, dan kontraktor jalur pipa gas.

Sementara Samsung Heavy Industries telah ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan FSRU. Direktur Utama PPI Ginanjar menjelaskan, proyek ini ditargetkan beroperasi Desember 2021. Untuk itu, butuh solidaritas dan koordinasi antar konsorsium dan pemangku kepentingan demi kesuksesan proyek.

Selain itu, pihaknya juga akan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja (health, safety, security, and environment /HSSE) sebagai komitmen dalam menjalankan proyek tersebut. Pendanaan proyek Jawa I ini menggunakan skema pendanaan non-recourse project fi nancing. Artinya, pengembalian pen danaan hanya bersumber dari arus kas (cashflow ) yang dihasilkan dari proyek tersebut.

Adapun JSP dan JSR mendapatkan pendanaan dari konsorsium Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nippon Export and Investment Insurance Co Ltd (NEXI), Asian Development Bank (ADB), serta perbankan komersial, seperti Mizuho Bank Ltd, MUFG Bank Ltd, Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd, Crédit Agricole Corporate and Investment Bank, dan Société Générale.

Proyek anyar Jawa I ini memiliki nilai investasi kurang lebih USD1,8 miliar, terdiri atas investasi proyek pembangkit PLTGU Jawa I sebesar USD1,4 miliar dan FSRU sebesar USD400 juta. “Kami berupaya memastikan tahap konstruksi proyek ini berjalan lancar dan sesuai target,” kata dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini