Kebanjiran Proyek Infrastruktur, Cashflow Waskita Beton Positif

Selasa 11 Desember 2018 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 11 278 1989579 kebanjiran-proyek-infrastruktur-cashflow-waskita-beton-positif-IVMsobjWZB.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional positif setidaknya sekitar Rp1,1 triliun. Hal tersebut diyakini bakal tercapai mengingat hingga akhir November 2018, perseroan telah memperoleh penerimaan termin sekitar Rp9,6 triliun.

Anton YT Nugroho, Direktur Keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, penerimaan tersebut berasal dari beberapa proyek jalan tol yaitu proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sebesar Rp1,1 triliun, proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sebesar Rp250 miliar dan proyek lainnya.

Baca Juga: Punya Direksi Serupa, Wika Beton Tak Bentuk Direktur K3

Kemudian pada bulan Desember 2018, WSBP diproyeksikan akan menerima tambahan penerimaan termin sebesar Rp1,8 triliun yang berasal dari proyek jalan tol KLBM sebesar Rp1,6 triliun dan pembayaran termin dari proyek lainnya.”Rasio utang berbunga terhadap modal saat ini masih di bawah 1x, di mana masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5x. Hal ini menunjukkan posisi keuangan WSBP yang sangat baik,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (11/12/2018).

grafik

Tahun ini, WSBP menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp6,6 triliun. Kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar yang tengah disuplai oleh WSBP, antara lain pekerjaan tambahan proyek jalan tol Cibitung-Cilincing, pekerjaan tambahan proyek Kulonprogo I, pekerjaan tambahan RDMP (Refinery Development Master Plan) RU V Balikpapan, dan proyek lainnya. Hingga per November 2018, perolehan kontrak baru WSBP berasal dari proyek internal sebesar 60% dan proyek eksternal sebesar 40%.

Baca Juga: Wika Beton Bagikan Dividen Rp12,13/Lembar

Selanjutnya pada tahun 2019, WSBP menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp10,39 triliun baik dari proyek internal maupun eksternal. Dengan kinerja yang positif ini, perusahaan pun sudah memiliki strategi untuk memacu pertumbuhan, yaitu dengan melakukan diversifikasi produk ke lini bisnis pada proyek jalan dan jembatan, kereta api, residensial, dan energi.

Kedua, WSBP melakukan ekspansi supply chain dengan mengakuisisi quarry, transporter, dan besi/baja masih dalam tahap feasibility study. Sebagai informasi, untuk mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah laboratorium pusat di Karawang dan dilengkapi adanya Learning Center yang nantinya menjadi awal mula menuju WSBP Corporate University. Tentunya dengan pembelajaran yang lebih proaktif, bersifat jangka panjang, selaras dengan strategi bisnis perusahaan, dan lain sebagainya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini