Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Bisnis Ilegal Terbesar di Dunia, dari Perdagangan Manusia hingga Senjata

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 18 Desember 2018 |10:46 WIB
10 Bisnis Ilegal Terbesar di Dunia, dari Perdagangan Manusia hingga Senjata
Ilustrasi Tambang Ilegal (Foto: Koran Sindo)
A
A
A

Perdagangan Gelap Minyak Mentah

Perdagangan minyak mentah ilegal menjadi masalah utama di beberapa negara produsen minyak mentah. Menurut data, lebih dari 100.000 barel minyak diselundupkan setiap hari. Di Meksiko, perusahaan minyak mengalami kerugian USD700 juta per tahun akibat pembobolan jaringan pipa minyak mereka. Hampir setiap tahun di laut Afrika terjadi perampokan kapal tanker yang dilakukan oleh perompak Somalia. Diperkirakan hasil dari transaksi minyak ilegal di seluruh dunia mencapai USD15 miliar setiap tahunnya.

Perdagangan Senjata Ilegal

Perdagangan dan penyelundupan senjata ilegal, termasuk bahan peledak, senjata anti tank dan misil anti pesawat, sering terjadi di daerah konflik perang. CIA memperkirakan, setiap tahun sekitar 63 juta senjata telah diperdagangkan ke India, Afghanistan dan Pakistan. Sangat sulit untuk melacak jalur perdagangan untuk bisnis ilegal ini. Mafia senjata dari Eropa dan Afrika dituding berada dibalik penyelundupan senjata kepada kelompok pemberontak di timur tengah, gerilyawan Kolombia, dan kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia. Diperkirakan nilai perdagangan senjata ilegal sekitar USD60 miliar per tahun.

senjata-afp

Perdagangan narkoba

Menurut laporan PBB tahun 2003 menyebutkan, perdagangan Narkoba di seluruh dunia menghasilkan sekitar USD320 miliar per tahun. Para pengedar narkoba menganggap bisnis ini sangat menguntungkan karena pengguna narkoba terus meningkat setiap hari. Banyak negara telah menerapkan hukuman berat untuk melawan peredaran narkoba, salah satunya Filipina. President Duterte bahkan memerintahkan kepada tentara dan polisi Filipina untuk menembak mati siapa pun yang terlibat dalam peredaran maupun penggunaan narkoba di negaranya.

narkoba

Pemalsuan

Bisnis ini dijalankan dengan cara meniru produk dan merek terkenal seperti pakaian, kosmetik, obat-obatan, makanan, elektronik, automotif termasuk juga pemalsuan logo perusahaan dan pencurian hak cipta karya seni. Menurut laporan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) 2017, nilai transaksi dari produk palsu mencapai USD250 miliar di seluruh dunia.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement