nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bensin Jadi Komoditas Penyumbang Inflasi Terbesar di 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 14:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 02 20 1998959 bensin-jadi-komoditas-penyumbang-inflasi-terbesar-di-2018-2EmKbohWHS.jpeg BBM (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) keseluruhan tahun 2018 atau tahun kalender Januari hingga Desember terjadi inflasi sebesar 3,13% (year to date/ytd). Realisasi ini lebih baik dari inflasi tahun 2017 yang sebesar 3,61%.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, penyebab utama inflasi di 2018 berdasarkan pengeluaran didorong kelompok bahan makanan dengan andil sebesar 0,68%. Disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,61%, lalu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,60%.

Kemudian kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,56%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,24%, dan kelompok sandang sebesar 0,23%, serta kelompok kesehatan sebesar 0,15%.

Baca Juga: Inflasi Desember 0,62% Dipicu Kenaikan Harga Telur hingga Tiket Pesawat

"Pada 2017 yang jadi penyebab utama inflasi yaitu kelompok transportasi komunikasi dan jasa keuangan, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Karena pada 2017 ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Agak berbeda dengan 2018 yang inflasi lebih rendah, penyebab utamanya bahan makanan," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Sementara itu, berdasarkan komoditas, pada tahun 2017 inflasi tertinggi disumbang tarif listrik karena kenaikan TDL. Sedangkan di 2018, inflasi terbesar disumbang kenaikan bensin.

"Tahun 2018 penyebab utama adalah kenaikan bensin, bukan yang subsidi tapi yang umum. Ada kenaikan karena ada kenaikan harga minyak di sana (dunia)," jelasnya.

BPS mencatat secara rinci 20 komoditas penyumbang inflasi terbesar di 2018 yakni bensin sebesar 0,26%, beras 0,13%, rokok kretek filter 0,13%, daging ayam ras 0,12%, lalu ikan segar dan tarif angkutan udara masing-masing 10%.

bps

Kemudian disusul tarif sewa rumah sebesar 0,09%, lalu bawang merah, nasi dengan lauk, rokok kretek, upah tukang bukan mandor, serta upah pembantu rumah tangga menyumbang andil inflasi masing-masing 0,7%.

Adapun mie, tarif kontrak rumah, emas perhiasan, tarif pulsa ponsel masing-masing sebesar 0,06%. Lalu uang sekolah SD sebesar 0,05%, jeruk dan rokok putih masing-masing 0,04%, serta uang kuliah akademi atau perguruan tinggi 0,03%.

Kecuk menyatakan, data ini dimaksudkan untuk menjadi bahan evaluasi agar di tahun 2019 inflasi bsa terjaga sesuai sasaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar 3,5%.

"Ini jadi bahan introspeksi supaya 2019 lebih siap dan belajar dari apa yang terjadi, mengenai apa yang bagus di 2018 dan yang perlu dibenahi ke depannya," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini