nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin Minta BEI Fokus Tingkatkan Jumlah Investor di Pasar Modal

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 13:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 02 278 1998935 menko-darmin-minta-bei-fokus-tingkatkan-jumlah-investor-di-pasar-modal-CU2DeBq1Hz.jpeg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian meminta kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) berfokus untuk meningkatkan investor di pasar modal. Karena menurutnya, yang paling penting dalam mendongkrak kinerja pasar modal.

Menurut Darmin, untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal perlu edukasi yang gencar kepada masyarakat. Sebab masih banyak yang belum mengetahui manfaat sesungguhnya dari investasi di pasar modal.

"Artinya bukan suplay sidenya yang me jadi persoalan. Tetapi demand sidenya. Bagaimana meyakinkan mereka untuk investasi ke pasar modal. Sehingga edukasi apapun itu namanya harus menjadi pilar kegiatan yang sangat penting," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Baca Juga: Menteri Darmin Ajak Masyarakat Berpartisipasi di Pasar Modal

Secara pribadi, Darmin juga mengajak kepada masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dan keuangan dibandingkan tanah. Karena menurutnya, perputaran uang dari pasar modal dan keuangan lebih cepat dibandingkan investasi tanah.

"Kalau investasi untuk beli tanah bagus-bagus saja tapi perputarannya akan sangat lambat," ucapnya.

Menurut Darmin, investasi di tanah mang menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat. Hanya saja keuntungan tersebut baru bisa dirasakan dalam waktu 30 tahun kedepan.

Sementara jika investasi di pasar modal dan keuangan, jauh lebih cepat perputaran uangnya. Bahkan bisa saja keuntungan berkali-kali lipat bisa didapatkan dalam tempo waktu satu tahun bahkan bulanan saja.

"Orang menahannya selama tiga puluh tahun baru dia jual. Memang harganya naik 10 kali lipat tapi butuh 30 tahun," ucapnya.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum 

Memang lanjut Darmin, cukup sulit membujuk masyarakat untuk bisa berinvestasi di pasar modal. Karena selama ini masyarakat menyebut jika pasar modal dan keuangan memiliki risiko rugi yang sangat tinggi.

"Barangkali itu hal yang saya tekankan kita perlu upaya sistematik dan terus menerus untuk meyakinkan demand sidenya. Tentu bukan hal mudah karena orang beli tanah bukan tanpa alasan. Beli surat berharga bisa rugi juga," jelasnya.

Oleh karenanya, dirinya meminta kepada stakeholder terkait bisa mendorong agar pasar modal dan keuangan lebih baik lagi. Sehingga, banyak masyarakat yang tertarik untuk menaruh uangnya di pasar modal dan keuangan.

"Kita berharap bahwa pasar modal mulai masuk ke tahap melahirkan dinamika bagi perekonomian kita ke depan," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini