Dalam kondisi demikian, kinerja neraca perdagangan Indonesia ternyata tidak baik, pertumbuhan impor jauh melesat ketimbang ekspor. Hingga November 2018 neraca perdagangan defisit USD7,52 miliar, di mana ekspor USD165,8 miliar dan impor USD173,3 miliar.
Menurut Lana, kondisi defisit neraca perdagangan ini membuat ekonomi Indonesia terkoreksi, bahkan takkan mampu mencapai 5,2%. "Kondisi defisit neraca perdagangan itu yang utamanya mengurangi proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV, juga secara keseluruhan tahun," ujarnya.
Dalam proyeksinya, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu berada di kisaran 5,08%-5,15%. "Kira-kira di 5,11% kalau mau bicara poinnya," pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)