nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Risiko di Pasar Modal, Pelaku Pasar Diingatkan Jaga Integritas

Kamis 03 Januari 2019 11:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 03 278 1999339 tekan-risiko-di-pasar-modal-pelaku-pasar-diingatkan-jaga-integritas-tsAMKnvrD3.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pencapaian positif industri pasar modal di tahun 2018 kemarin, diharapkan bisa terjadi di tahun 2019 ini. Maka guna mewujudkan pencapaian lebih baik lagi, menteri koordinator (Menko) bidang perekonomian Darmin Nasution mengharapkan agar pelaku pasar modal Indonesia menjaga integritas agar kepercayaan masyarakat terhadap industri meningkat.

”Pasar modal penting untuk menjaga integritasnya sebagai modal untuk menurunkan risiko," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (3/1/2018).

Menurut dia, integritas tidak bisa lahir dengan sendirinya. Integritas di pasar modal dibagi menjadi tiga lini, yakni penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), profesi penunjang seperti akuntan, dan peran regulator dalam menegakkan peraturan.”Penegakan aturan harus berjalan dengan baik, kalau tidak, integritas tidak akan bisa diwujudkan. Kalau itu tidak bisa diwujudkan maka orang tidak akan terlalu percaya. Maka itu, integritas penting dijaga," paparnya.

Baca Juga: BEI Optimistis Bisa Jaring 57 Emiten Baru Tahun Ini

Disampaikannya, jika integritas di pasar modal rendah di tengah pengaruh faktor ekonomi global, maka dapat memicu terjadinya pelanggaran.”Kalau kita bisa menjaga integritas, maka pasar modal bukan hanya menjadi pelengkap pembiayaan tapi suatu pilihan untuk membiayai usaha, di samping perbankan, sekaligus tempat berinvestasi," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Darmin, pada 2019 ini industri keuangan di Indonesia dapat mencatatkan kinerja lebih baik lagi.”Jadi, optimis jangan sekedar optimis, harus ada modalnya kan. Integritas adalah modal kita untuk optimistis bahwa tahun 2019 ini kita bisa melakukan lebih baik lagi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Darmin juga menyampaikan, agar pelaku industri pasar modal terus berupaya melakukan pendalaman pasar.”Persoalan pendalaman pasar bukan dari segi 'supply' tetapi dari 'demand'. Kita harap OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan SRO (self regulatory organization) serta pemangku kepentingan mengambil langkah-langkah untuk meyakinkan masyarakat kita untuk aktif dan ikut serta ambil bagian di pasar modal, hanya dengan begitu kita bisa memperdalam pasar keuangan kita," katanya.

ihsg

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, integritas pasar akan terus dijaga dengan penegakan hukum yang konsisten. “Dalam hal ini, Kami minta para pelaku pasar modal harus terus mengedepankan market conduct dan didukung tata kelola yang baik,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, penyempurnaan infrastruktur pasar modal juga akan terus didorong sebagai bagian dari agenda pendalaman pasar keuangan, terutama dengan pemanfaatan teknologi yang lebih intensif. Kemudian dalam rangka mendorong pasar modal Indonesia ke depan lebih berdaya saing di tingkat global dan juga lebih berperan lagi dalam menggerakkan ekonomi sektor riil dan pembangunan nasional, pihaknya menyambut baik peningkatan peran pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang. Baik itu untuk pembiayaan infrastruktur, pembiayaan investasi dan modal kerja swasta maupun pembiayaan program-program strategis pemerintah lainnya. Peningkatan peran pasar modal sendiri sesuai dengan arah dari kebijakan OJK.”Kami memiliki komitmen yang besar untuk lebih mengoptimalkan peran Pasar Modal dalam mendukung pembangunan nasional,” tutur Wimboh.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini