Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini

Agregasi Cekaja.com , Jurnalis-Minggu, 06 Januari 2019 |14:25 WIB
Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini
Foto: Ilustrasi Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Jepang terkenal dengan budaya kerja kerasnya. Tak heran, mereka bisa bangkit dengan cepat meski kalah perang pada tahun 1945. Namun budaya kerja mereka tidak sepenuhnya layak dicontoh oleh kamu. Bahkan di Jepang ada istilah karoshi, yakni meninggal karena kerja berlebihan.

Penyebabnya biasanya karena serangan jantung, stroke, stres, dan diet tidak seimbang. Para pekerja di Jepang memang terbiasa bekerja lebih dari 12 jam atau bahkan 6-7 hari dalam seminggu.

Contoh-contoh dari kasus kematian tiba-tiba akibat kerja berlebihan ini sungguh mengerikan loh! Sebagai contoh, seorang pria yang berprofesi sebagai supir bus bekerja selama 3.000 jam per hari dan tidak pernah libur dalam 15 tahun. Ia terkena serangan struk tiba-tiba pada usia 37 padahal tidak ada riwayat penyakit sebelumnya. Ada lagi seorang suster yang beru berusia 22 tahun, tapi terkena serangan jantung karena bekerja 34 jam tanpa istirahat sama sekali.

Bekerja keras boleh saja. Tapi lebih baik bekerja efektif dan efisien dan tidak mengorbankan waktu isitrahat dan bersosialisasi. Dan demi kesuksesan karier tanpa derita fisik dan mental, jangan tiru budaya kantor di Jepang berikut ini, seperti dilansir oleh cekaja.com, Minggu (6/1/2019).

Tidak berani pindah kerja meskipun perusahaan tidak nyaman

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement