Sekali kamu masuk ke sebuah perusahaan, kamu akan bekerja di sana selamanya. Ini bukan paksaan berupa aturan tertulis di dalam kontak kerja, melainkan memang sudah menjadi budaya. Perusahaan-perusahaan Jepang lebih memilih untuk merekrut fresh graduate. Mereka kemudian dididik dan diberi bekal keterampilan agar loyal terhadap perusahaan.
Meski perusahaan mendekati bangkrut atau pekerjaan tidak sesuai harapan, para karyawan ini akan tetap setia. Kalau kamu berpindah-pindah perusahaan, di Jepang kamu justru dianggap tidak kompeten. Dengan begitu, bisa jadi lowongan kerja untuk posisi senior mungkin jarang.
Hobi lembur
Seorang warga negara asing menuliskan dalam blognya bahwa budaya orang kantoran di Jepang sebenarnya hanya mengesankan kalau mereka seakan-akan bekerja keras. Contohnya mereka hobi sekali lembur padahal tidak mendesak.
Bahkan untuk menanggulangi budaya lembur ini, tahun lalu kabinet Jepang yang dipimpin PM Shinzo Abe telah menyetujui undang-undang (UU) yang membebaskan pekerja kerah putih dari aturan jam kerja. Budaya lembur ditengarai sebagai penyebab tingginya angka kematian kerja, menurunnya angka kelahiran, dan produktivitas.