nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Incar Pertumbuhan Ekonomi 5,3% pada 2019, Ini Langkah Pemerintah

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 20 2001619 incar-pertumbuhan-ekonomi-5-3-pada-2019-ini-langkah-pemerintah-s7C978CNsu.jpg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan tetap konsisten menjalankan sejumlah kebijakan dan program strategis dari sisi fiskal, sektor riil, maupun moneter untuk mendorong daya saing. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,3%.

Untuk mencapai target itu, investasi dan ekspor merupakan faktor kunci. Di mana jangka menengah panjang, pemerintah akan melanjutkan pembangunan infrastruktur serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sampai dengan 2018, terdapat 46 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah selesai dengan total investasi sebesar Rp159 triliun.

Sedangkan jangka pendek, ada lima kebijakan utama. Tiga di antaranya sudah dilakukan dan akan terus dioptimalkan implementasinya, yaitu, perbaikan iklim usaha melalui Online Single Submission (OSS), Fasilitasi Insentif Perpajakan, dan Program Vokasi. Ke depan, Pemerintah juga akan melakukan Penyederhanaan Prosedur untuk Mengurangi Biaya Ekspor, dan Pemilihan Komoditas Ekspor Unggulan.

Baca Juga: RI Bisa Manfaatkan Ketidakpastian Ekonomi Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa perlunya sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika perekonomian global. Pemerintah akan mengoptimalkan peran teknologi dalam perkembangan perekonomian nasional.

"Sinergi tersebut menjadi kunci agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan begitu, implementasinya menjadi lebih tepat sasaran," ujarnya Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Dia menjelaskan, melalui peningkatan investasi, struktur ekonomi diharapkan mampu menjadi lebih produktif dan efisien, serta memiliki kapasitas produksi, teknologi, dan tenaga kerja dengan kemampuan yang tinggi.

"Selain investasi, peningkatan ekspor berbasis non-komoditas bernilai tambah tinggi dan industrialisasi produk-produk prioritas berdaya saing global juga terus diupayakan untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja baru," tuturnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Meleset akibat Perlambatan Belanja Konsumen

Dia menambahkan, sektor-sektor yang diharapkan menjadi pendorong ekspor Indonesia yaitu lima sektor unggulan yang ada di roadmap industri 4.0. Seperti industri kimia, industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), industri elektronik, industri otomotif dan industri makanan-minuman).

"Dan sektor lainnya yaitu industri perikanan, industri permesinan, peralatan kesehatan, furnitur, produk kayu dan kertas serta sepeda," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini