nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK Minta LRT di Luar Jakarta Tidak Dibangun Elevated, Adhi Karya Siapkan Alternatif

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 17:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004302 wapres-jk-minta-lrt-di-luar-jakarta-tidak-dibangun-elevated-adhi-karya-siapkan-alternatif-k3VuKWPzad.jpeg Proyek LRT Jakarta (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali memberikan saran kepada PT Adhi Karya terkait pembangunan kereta ringan alias Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Menurutnya, pembangunan LRT di luar Jakarta tidak perlu dibangun elevated alias layang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata mengatakan, pihaknya tengah mengkaji ulang kemungkinan pembangunan LRT Fase II dari Cibubur hingga Bogor tidak dibangun secara elevated alias layang. Artinya nanti LRT Jabodebek fase II akan dibangun at grade alias berada sedikit di atas jalan tol.

"Sebetulnya maunya at grade itu keuangan kami. Kalau kita identifikasi secara diatas kertas ada tapi enggak semua," ujarnya saat ditemui di LRT City Ciracas, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Baca Juga: Menengok Pembangunan Stasiun LRT Taman Mini yang Disebut Mahal

Namun menurutnya, tidak semua jalur LRT Jabodebek Fase Ini dibangun at grade. Karena ada beberapa jembatan yang menghalangi dan harus dilewati dari atas.

"Dia ada crossing, kemudian karena sudah ada struktur di atasnya sehingga kita nggak memungkinkan untuk melakukan itu. jadi lebih kepada hambatan hambatan struktur yang sudah ada saat ini," jelasnya.

Meskipun begitu lanjut Pundjung, pihaknya harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan beberapa pihak yang terkait. Khususnya kepada operator jalan tol dalam hal ini adalah PT Jasa Marga (Persero).

"Cuma kalau di trase ini kan belum memungkinkan sehingga nanti Cibubur sampai Bogor kita coba koordinasi lagi sama Jasa Marga dan pemilik lahan sekitarnya probabilitas untuk mendapatkan at grade sebanyak banyaknya," jelasnya.

LRT

Di sisi lain lanjut Pundjung, pihaknya juga harus melakukan beberapa kajian terlebih dahulu karena menurutnya, untuk merealisasikan hal tersebut tidak lah mudah. Pihaknya harus mengidentifikasi lokasi-lokasi yang nantinya akan dijadikan jalur kereta ringan tersebut fase II tersebut.

Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan biasanya meliputi, identifikasi beberapa titik yang perlu di angin elavted dan mana yang perlu at grade. Menurutnya hal tersebut harus dilakukan perhitungan secara detail agar tidak ada Miss yang terjadi.

"Terus yang lainnya tentunya dengan capex dan opex nya. opex nya kalau kita di atas semua seperti apa, kalau kita naik turun naik turun ini seperti apa nanti kita combine antara cost capex dan opex mana yg paling murah," jelasnya.

Namun menurutnya, meskipun harus dilakukan secara hati-hati akan tetapi kajian tidak membutuhkan waktu yang lama. Karena berdasarkan perkiraannya, kajian hanya berlangsung 6 bulan saja.

"Kajiannya 6 bulan biasanya," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini