nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada KUR Nelayan dan Petani Garam, Paling Besar Rp500 Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 21:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004452 ada-kur-nelayan-dan-petani-garam-paling-besar-rp500-juta-Uzt3CnywqL.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah mematangkan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perikanan dan petani garam. Aturan pemberian KUR khusus ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2017.

"Kita sedang menyiapkan sistem KUR untuk nelayan (sektor perikanan) dan petani garam. Sudah selesai pembahasan, kita dorong supaya ada pemberian kapal kecil (5GT), kemudian untuk petani garam mengembangkan teknik yang lebih baik," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Senin (14/1/2019).

 Baca Juga: Menko Darmin Matangkan Skema KUR Bagi Nelayan

Darmin menjelaskan, untuk mendorong sektor perikanan maka diberikan skema pembiayaan bersuku bunga rendah melalui KUR untuk nelayan. Salah satu kebutuhan dasar nelayan untuk mendukung hasil tangkapan adalah dengan pengadaan kapal nelayan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Adapun skema KUR khusus perikanan rakyat yakni jumlah plafon di atas Rp25 juta dan paling banyak sebesar Rp500 juta setiap individu anggota kelompok. Suku bunga yang dikenakan 7% efektif per tahun.

Tenornya paling lama 4 tahun untuk kredit modal kerja, atau paling lama 5 tahun untuk pembiayaan investasi, dengan grace period sesuai dengan penilaian penyalur KUR.

"Skema pembayaran KUR khusus yakni penerima KUR dapat melakukan pembayaran pokok dan suku bunga/marjin KUR khusus secara angsuran berkala dan/atau pembayaran sekaligus saat jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan antara penerima KUR dan penyalur KUR dengan memerhatikan kebutuhan skema pembiayaan masing-masing penerima KUR khusus," paparnya.

Sementara itu, untuk penyaluran KUR petani garam dimaksudkan mendorong teknik produksinya lebih baik.Darmin menyatakan selama ini petani garam sudah mengetahui teknik produksi agar bisa menghasilkan garam dengan kualitas lebih bagus. Namun, terkendala dengan biaya.

 Baca Juga: Realisasi Penyaluran KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

Dia menyatakan, dengan peningkatan kualitas garam, maka petani bisa naik level menjadi produsen garam industri sehingga penghasilannya meningkat.

"Kan masih banyak industri makanan dan minuman yang sebenarnya bisa, asal ditingkatkan kualitasnya sedikit. Kalau (untuk ke) garam industri seperti industri kaca itu memang susah," jelasnya.

Penyaluran KUR untuk petani garam rakyat ditujukan untuk mendukung program Swasembada Garam Nasional. Berdasarkan Permenko Nomor 8 Tahun 2017 dan Permenko Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, sektor garam rakyat termasuk dalam sektor produksi.

Secara keseluruhan berdasarkan data dari Bank Indonesia memiliki rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di atas 5%. Dengan demikian, diperlukan pengawasan khusus terhadap pembiayaan kredit bagi komoditas garam tersebut

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini