"Kami akan mengevaluasi frekuensi penerbangan itu pada akhir Januari 2019, apakah akan mengurangi atau menambah frekuensi penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember dengan mempertimbangkan tinggi atau rendahnya permintaan masyarakat akan moda transportasi udara rute Jember-Surabaya," katanya.
Baca Juga: Mulai Besok Lion Cs Berlakukan Bagasi Berbayar
Heru menjelaskan setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda untuk sektor penerbangan seperti di Kabupaten Jember yang didominasi oleh penumpang yang memiliki kepentingan bisnis yang terbang dari Jakarta atau Surabaya menuju Jember dan sebaliknya, sedangkan ada daerah lain yang justru peningkatan penerbangan karena sektor pariwisatanya.
"Selain itu, koneksitas penerbangan juga sangat berpengaruh pada penurunan penumpang Garuda di Jember. Ketika di Jakarta mengurangi frekuensi penerbangan ke Surabaya, maka secara otomatis penumpang yang terbang ke Surabaya-Jember juga berpengaruh," ujarnya.
Sementara pihak Wings Air melalui surat yang ditujukan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro Jember juga menyampaikan pembatalan penerbangan untuk hari yang sama dengan maskapai Garuda Indonesia yakni tidak beroperasi pada Selasa, Kamis, dan Sabtu sejak 12 Januari hingga 30 April 2019 karena kebijakan manajemen.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.