JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, sulit menggenjot pembangunan infrastruktur bila hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka pendanaan juga didapatkan dari utang.
Menurutnya, butuh belasan tahun untuk Indonesia merampungkan pembangunan infrastruktur jika andalkan APBN saja. Padahal infrastruktur dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bendahara Negara tersebut menjelaskan, meski pembangunan infrastruktur menggunakan utang namun tetap ada keuntungan yang didapat negara. Nilai keuntungan tersebut bahkan dapat menutup pembayaran utang.
"Kalau utang infrastruktur Rp1 triliun, benefitnya bisa Rp5 triliun sampai Rp10 triliun. Nilai benefitnya itu bisa untuk bayar utang," kata dia dalam acara diskusi ekonomi di kawasan Cikini, Selasa (22/1/2019).
Baca Juga: Sri Mulyani Nilai Permintaan IMF Pangkas Utang Tak Relevan dengan Indonesia