Dia menyatakan, bila pembiayaan utang pemerintah mencapai Rp366,7 triliun pada 2018, maka dengan pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5% dapat menambah produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp700 triliun.
"Di APBN utang dekati Rp300 triliun, (tapi) PDB kita naiknya 5% dikali Rp14 ribu triliun (PDB Indonesia) maka sekitar Rp700 triliun. Jadi kalau berhutang Rp1 bisa menghasilkan PDB dua kali lipat. Itu menghasilkan penerimaan untuk bisa membayar utang kembali," paparnya.

Sri Mulyani menjelaskan, pendanaan infrastruktur juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Kata dia, seperti proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT), jalan ton, serta satelit Palapa Ring, jika dibangun mengandalkan APBN tanpa Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun instrumen utang, maka butuh waktu 15 tahun untuk rampung.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD372,9 Miliar, BI: Masih Sehat