nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maskapai Asing Berebut Pasar Angkutan Udara Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 10:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 23 320 2008164 maskapai-asing-berebut-pasar-angkutan-udara-indonesia-k6yMDdfeug.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Pasar angkutan udara nasional, terutama untuk rute luar negeri, kian menarik maskapai asing. Baru-baru ini maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air, siap membuka rute terbarunya ke Indonesia.

Sebelumnya, pada 21 Juli 2018 lalu, Ethiopian Airlines juga membuka penerbangan dari Addis Ababa ke Jakarta. Maskapai penerbangan asal Etiopia ini terbang ke Jakarta sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Dalam penerbangannya ke Jakarta, Ethiopean Airlines transit di Bangkok, Thailand. Scoot, maskapai penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) milik Singapore Airlines (SIA) Group, siap melakukan perluasan rute di Indonesia pada 2020 mendatang.

 Baca Juga: Maskapai Pramugari Berbikini Terbang ke Indonesia Maret 2019

Scoot menyiapkan rute baru untuk melayani penerbangan ke Balikpapan, Lombok, Makassar, Manado, Semarang, dan Yogyakarta. Menyikapi banyaknya maskapai ke Indonesia ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambut baik dan siap memfasilitasi maskapai asing yang terbang ke Indonesia.

Penerbangan asing ke Indonesia menunjukkan gairah di sektor ekonomi, seperti pariwisata, perdagangan, dan sektor lainnya. ”Kita selalu menyambut baik dan memberikan fasilitas yang sama pada maskapai asing sebagaimana berlaku untuk maskapai domestik sesuai dengan aturan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti di Jakarta, kemarin.

Perlakuan sama antara maskapai domestik dan asing tersebut berkaitan dengan operasional penerbangan yang meliputi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta aturan main mengenai bisnis dan kerja sama bilateral antarnegara.

 Baca Juga: VietJet Buka Rute ke Indonesia, Menhub: Jangan Pakai Bikini

Polana menyebutkan, terkait rencana beroperasinya maskapai VietJet Air asal Vietnam, terlebih dulu harus memenuhi aspek-aspek safety, security and safety berdasarkan regulasi penerbangan universal.

Salah satu aturan universal yang harus dipenuhi adalah Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 129 dan Aircraft Operator Security Program(AOSP). Untuk pelaksanaan penerbangan pada rute ke/dari Indonesia, VietJet juga wajib memenuhi persyaratan yang diatur dalam KM 25 tahun 2008. ”

Adapun untuk perizinan operasi penerbangan ke/dari Indonesia, VietJet dapat mengajukan permohonan melalui sistem online yang ada di Ditjen Perhubungan Udara,” ungkap Polana.

Diketahui, VietJet Air akan membuka rute baru ke Indonesia mulai kuartal I/2019. Managing Director VietJet Air, Mr. Do Xuan Quang mengatakan, penerbangan akan dimulai pada Mei 2019 dengan rute Ho Chi Minh–Denpasar Bali dengan durasi 3,5 jam.

Dilanjutkan dengan rute Ho Chi Minh– Jakarta yang dimulai pada akhir 2019. ”Saya pastikan Mei 2019 akan terbang ke Denpasar, Bali. Semua persiapan sudah kami lakukan.

Enam bulan pertama, kami akan terbang empat kali seminggu, selanjutnya akan menjadi daily atau tujuh kali seminggu,” kata Mr. Do Xuan Quang. Jenis pesawat yang akan digunakan adalah Airbus 321 terbaru dengan kapasitas 226 penumpang.

”Sekitar Desember 2019, akhir tahun ini, kami berencana terbang Ho Chi Minh–Jakarta, untuk memenuhi permintaan pasar dari businessman dan government relation,” ujarnya.

Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi mengatakan, pembukaan rute tersebut menjadi fokus dan sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai perdagangan maupun investasi bilateral kedua negara.(Ichsan Amin)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini