nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca Longsor, Wapres JK Minta Infrastruktur Sulsel Diperbaiki

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 10:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 28 320 2010227 pasca-longsor-wapres-jk-minta-infrastruktur-sulsel-diperbaiki-jzT3nNM9CL.jpg Kondisi Pasca Longsor (Foto: Ant)

MAKASSAR – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turun gunung menanggulangi bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan. Dia datang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

JK memimpin rapat koordinasi penanggulangan banjir dan tanah longsor di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel. Pertemuan itu digelar tertutup. Selain Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, juga hadir seluruh bupati dan wali kota terdampak bencana banjir dan longsor. Di antaranya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Wakil Wali Kota Syamsu Rizal, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Jenepon to Iksan Iskandar, Bupati Takalar Syamsari Kitta, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, dan Bupati Barru Suardi Saleh.

Baca Juga: PUPR Targetkan 699 Huntara di Sulteng Rampung Akhir Februari 2019

Sebelum menggelar rakor, JK bersama Gubernur Sulsel dan rombongan melakukan peninjauan ke Bendungan Bili-bili untuk melihat kondisi waduk yang selama ini ramai diberitakan pascabanjir. Mereka juga melihat langsung kondisi jembatan penghubung Desa Tanakaraeng-Moncongloe, Kecamatan Parangloe yang ambruk. Kehadiran dua menteri dan kepala lembaga pemerintah nondepartemen itu bukan tanpa alasan. JK secara langsung menginstruksikan mereka membagi tugas dalam upaya penanggulangan bencana. Mensos misalnya dipastikan bakal memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada keluarga korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor.

106 Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Sulsel, 59 Orang Meninggal dan 25 Hilang 

“Pertama saya ingin melihat apa yang terjadi. Karena itu, program yang segera ialah membantu korban yang meninggal. Dari Kemensos akan segera dibantu santunan Rp15 juta per orang,” kata JK saat menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Bukan hanya Kemensos, JK juga memerintahkan Kementerian PUPR melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana, lalu BNPB diminta membantu perbaikan rumah dengan nominal Rp5 hingga Rp10 juta per unit. Sementara pemprov diberi tugas melakukan reboisasi hutan lindung yang telah mengalami alih fungsi lahan, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan BNPB. “Kedua, semua fasilitas umum dari jembatan, bendung akan segera diperbaiki oleh Kementerian PU, dan itu bersama-sama Pak Gubernur,” sambung JK.

Korban Meninggal Sudah 68 Orang

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa hingga kemarin siang tercatat 68 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 47 orang luka-luka, dan 6.757 orang mengungsi akibat banjir, longsor, dan puting beliung di Sulsel. Sebanyak 188 desater dampak bencana di 71 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota, yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

106 Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Sulsel, 59 Orang Meninggal dan 25 Hilang

“Kerusakan fisik meliputi 550 unit rumah rusak, di antaranya 33 unit hanyut, 459 rusak berat, 30 rusak sedang, 23 rusak ringan, dan 5 tertimbun. Selain itu 5.198 unit rumah terendam, 16,2 km jalan terdampak, 13.326 hektare sawah terdampak, dan 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 fasilitas pemerintah, dan 65 unit sekolah,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya kemarin.

Sutopo menjelaskan, daerah yang paling parah mengalami dampak banjir dan longsor adalah Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Jeneponto, Marros, dan Wajo. Di Gowa mi - salnya, tercatat 45 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 46 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi, 10 rumah rusak di mana 5 rusak berat dan 5 tertimbun, 604 rumah terendam, dan 1 jembatan rusak.

(Herni Amir/Binti Mufarida)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini