Datangkan Bor Raksasa dari China, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Rikhza Hasan, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 320 2011904 datangkan-bor-raksasa-dari-china-kereta-cepat-jakarta-bandung-dikebut-7J7NYrgRZB.jpg Bor Raksasa untuk Kereta Cepat (Foto: KCIC)

JAKARTA - Pelaksanaan Konstruksi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dipercepat dengan datangnya alat bor Tunnel Boring Machine (TBM) dari Zhanghuabang Wharf ke Tanjung Priok

Asal tahu saja, dengan proses administrasi dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Utama, Tanjung Priok mendukung tibanya TBM di lokasi Tunnel #1 Halim dengan tepat waktu.

“Kita patut berbangga, TBM yang ada di hadapan kita ini adalah yang terbesar yang pernah ada di Indonesia. TBM ini nantinya mampu membuat terowongan untuk dua jalur kereta cepat sehingga saya yakin, progres pembangunan yang ditargetkan 60% dapat tercapai. Kami berterima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu kelancaran kedatangan TBM KCJB,” tegas Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra , dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga: Malaysia Negosiasikan Proyek Kereta China Senilai USD20 Miliar

Tunnel boring machine super besar yang berbobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 m dan panjang mencapai 105 m ini akan beroperasi di daerah Halim dengan menggunakan Metode Shield Tunneling untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 m yang merupakan bagian dari 22 titik penting pekerjaan konstruksi KCJB.

Pengerjaannya menggunakan metode Shield Tunneling dikarenakan titik kritis ini berlokasi di Km 3+600 melewati jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang notabene merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.

Penggunaan TBM ini diyakini oleh Chandra sama sekali tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta – Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan Shield Tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode Drill, blasting atau metode lainnya. Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah di mana pengerjaannya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas yang ada diatasnya.

Selain itu, TBM juga digunakan pada titik ini karena sesuai dengan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma yang mengatur ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Sinkronisasi Proyek Kereta Cepat dan LRT

Perakitan alat TBM akan memakan waktu sekitar 45 hari dengan target di bulan Maret akan segera dilanjutkan dengan operasi.

“TBM akan bekerja secara signifikan dengan pengeboran selama 24 jam tanpa henti. Optimalisasi pengeboran pada titik ini rata-rata sebesar 8 – 10 meter per hari sehingga diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di titik ini,” ungkap Chandra.

Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini pada 2021.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini