nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin: Pasar Ekonomi Syariah Indonesia Menjanjikan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 14:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 20 2017341 ma-ruf-amin-pasar-ekonomi-syariah-indonesia-menjanjikan-SU2TDQpVO0.jpeg Ma'ruf Amin (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - KH Ma'ruf Amin berkunjung ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (13/2/2019). Kunjungan tersebut untuk menyampaikan pemikirannya sebagai ahli keuangan di bidang ekonomi syariah dan ekonomi kerakyatan dalam sebuah seminar.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah, Ma'ruf menyampaikan pandangannya terkait keuangan syariah menghadapi perkembangan teknologi dan digital yang pesat di Indonesia serta potensi ekonomi Indonesia ke depan.

Acara tersebut merupakan kerjasama Asosiasi Fintech Syariah lndonesia Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan (KPPTK), yang bertajuk Teknologi dan inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf menyatakan, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia menjadi pasar potensial syariah.

"Indonesia juga menjadi market ekonomi syariah yang menjanjikan," katanya dalam seminar di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Keuangan Syariah Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Dia menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus berkembang selama beberapa tahun terakhir. Hal itu ditandai dengan hadirnya berbagai institusi keuangan syariah seperri perbankan syariah, takaful, koperasi syariah dan pasar modal syariah, baik secara konvensional maupun melalui media teknologi dan digital.

"Sehingga semakin banyak produk, layanan syariah yang berkembang. Dari laporan Global Islamic 2018-2019 menyebutkan bahwa industri keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat ke-10 secara global," jelasnya.

Meski demikian, dirinya menekankan bahwa pertumbuhan keuangan syariah masih belum dapat mengimbangi pertumbuhan keuangan konvensional. OJK memang mencatatkan per Juni 2018, pangsa pasar syariah sebesar 10%, memang meningkat dari 2017 yang 8,28%, namun di sektor keuangan masih mengalami penurunan.

"Meski pangsa pasar keuangan syariah meningkat, tapi pangsa pasar perbankan syariah turun 0,08% dari 5,78% per Juni 2018 jadi 5,70% di Desember 2018," jelas dia.

maruf

Sekedar diketahui, seminar tersebut dihadiri hampir 400 peserta yang berasal dari berbagai profesi dan pelaku industri, seperti dari Komite Nasional Keuangan Syariah, Komite Ekonomi & Industri Nasional, Masyarakat Ekonomi Keuangan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, dan Rektor/Pimpinan Universitas.

Para pakar dan pelaku bisnis yang menggeluti langsung flntech syariah hadir sebagai pembicara seminar yaitu Wakil Ketua Komite Ekonomi & Industri Nasional/Anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia DR. Arif Budimanta, Advisor Grup inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan DR.Widyo Gunadi, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Onny Widjanarko.

Lalu hadir juga, Direktur IT & Manajemen Risiko Bursa Efek lndonesia Fithri Hadi, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto, Ketua Asosiasi Fintech Syariah Ronald Wijaya, Managing Director PT. Mandiri Sekuritas Lisana irianiwati, dan Direktur Utama PT Verita Sentosa internasional (PayTren) Yusuf Mansur.

Sedangkan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek indonesia (KSEI) DR. Friderica Widyasari Dewi, Ketua Cyber Law Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Centre Sinta DR. Dewi Rosadi, SH, LL.M, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Padjadjaran Prof, Dr. Ernie Tisnawati Sule, bertindak sebagai moderator dan memandu jalannya seminar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini