nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga BBM Turun, Menko Luhut: Bukan Faktor Politis

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 18:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 20 320 2020670 harga-bbm-turun-menko-luhut-bukan-faktor-politis-3sVS6i8YMP.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordiantor bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan buka suara terkait penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Pasalnya, beberapa pihak menyebut penurunan harga BBM tersebut ada kepenting politik karena dilakukan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legeslatif (Pileg).

Menurut Luhut, keputusan pemerintah untuk menurunkan harga BBM dikarenakan harga minyak mentah dunia (crude oil) yang tengah turun. Sehingga tidak ada salahnya jika iktu menurunkan harga BBM seperti Pertalite hingga Premium.

Baca Juga: Harga Premium Turun, Menko Luhut: Ekonomi Kita Makin Baik

"Itu (penurunan harga BBM) bukan politis (pencitraan). Itu karena harga crude oil menurun jadi kenapa kita tidak turunkan," ujarnya, dalam acara afternoon tea di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Sebelumnya Luhut juga menyebut jika penurunan harga BBM sangat positif bagi negara. Sebab penurunan harga BBM ini menunjukkan ekonomi Indonesia semakin baik.

"BBM bagus dong (turun). Ya berarti ekonomi kita makin baik," ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bulan Depan Harga BBM Bisa Turun Lagi, Ini Syaratnya

Sebagai infromasi sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut penurunan harga BBM non subsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero), mengikuti kondisi harga pasar dan menjaga agar keuntungan badan usaha penjual BBM non subsidi tidak lebih dari 10%, sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Jonan melanjutkan, untuk penurunan harga Premium di Wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebesar Rp 100 per liter menjadi Rp 6.450 per liter, merupakan penyesuaian karena Premium di wilayah Jamali berubah statusnya, dari jenis bahan bakar umum menjadi penugasan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini