nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantauan BI: Terjadi Deflasi 0,07% hingga Minggu Ketiga Februari

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 14:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 22 20 2021479 pantauan-bi-terjadi-deflasi-0-07-hingga-minggu-ketiga-februari-pXcvF1j5Af.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan hingga minggu ketiga Februari 2019 Indeks Harga Konsumen (IHK) terjadi deflasi sebesar 0,7% (month to month mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

Sementara secara tahunan, terjadi inflasi sebesar 2,58% (year on year/yoy). Masih sesuai dengan target inflasi Bank Sentral, yang hingga akhir tahun ini adalah 3,5% plus minus 1%.

"Jadi ini lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi pada Januari 2019," kata dia ditemui Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga: Bahaya Inflasi Tinggi dan Tak Bisa Dikendalikan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2019 terjadi inflasi sebesar 0,32% (mtm). Di mana, secara inflasi tahunan Januari 2019 sebesar 2,82% (year on year/yoy).

Dia menjelaskan, kondisi ini didorong harga pangan yang terkendali bahkan mengalami penurunan. Komoditas pangan yang mengalami penurunan di antaranya cabai merah, bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

perry

"Cabai merah mengalami deflasi 0,07%, kemudian daging ayam ras dan bawang merah yang keduanya deflasi 0,06%. Lalu telur ayam ras deflasi 0,05%, dan cabai rawit juga deflasi 0,02%," jelas dia.

Selain itu, komoditas lain yang mengalami penurunan harga adalah bahan bakar minyak (BBM) dengan deflasi sebesar 0,07%.

"Khususnya untuk BBM yang non subsidi karena harga minyak dunia turun," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini