nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

90% LPG dari Impor, Penggunaan Jargas Harus Dimaksimalkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 17:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 25 320 2022618 90-lpg-dari-impor-penggunaan-jargas-harus-dimaksimalkan-LG66xoPEDy.jpg Pipa Gas PGN (Foto: PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berkomitmen untuk mendorong penyaluran gas keseluruhan sektor bisnis. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi impor LPG yang sangat tinggi.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan, angka impor LPG Indonesia saat ini sekitar 90%. Oleh karena itu salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan mendorong penggunaan jaringan gas.

"LPG kita 90% impor. Kalau diganggu Arab Saudi kita mati enggak bisa makan begini. Ini pridenya," ujarnya, dalam sebuah diskusi di Bebek Bengil Epicentrum, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Baca Juga: PGN Raup Laba Bersih Rp4,34 Triliun pada 2018

Rachmat menambahkan, ada beberapa langkah uang disiapkan untuk mendorong penggunaan gas domestik. Salah satunya adalah dengan melakukan melakukann seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas.

Sebagai salah satu contohnya adalah dengan mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu, untuk menunjang penyaluran serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung.

"Kemarin kan kita baru saja meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Kita juga kan punya Mobile Refueling Unit (MRU). Udah tau kan?," jelasnya.

Di sisi lain PGN juga mendorong pembangunan beberapa proyek. Seperti proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km, termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km.

Selain itu, PGN juga sedang menggarap proyek pipa di Purwakarta-Subang dan Jargas Kota di Dumai, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Probolinggo, Kutai Kartanegara, Banggai, Aceh Utara, Palembang, Jambi, Depok, Bekasi, Kabupaten Mojokerto, Kota Mijokerto dan Kabupaten Wajo.

Tidak hanya proyek infrastruktur pipa gas, PGN juga fokus mengembangkan infrastruktur jaringan gas rumah tangga (jargas), sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendristribusian Gas Bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Baca Juga: PGN Dapat Pasokan Gas dari Santos 20,3 BBTUD hingga 2023

"PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik," jelasnya.

Rachmat menambahkan, dengan adanya beberapa langkah tersebut, dirinya meyakini jika masyarakat nantinya akan mendapatkan benefit maksimal. Bahkan tak hanya masyarakat umum, sektor industri juga bisa terkena imbasnya yang nantinya akan memberikan efek dominan bagi ekonomi negara.

"Bagi kalangan industri, efisiensi sektor energi akan meningkatkan daya kompetitif, sedangkan bagi masyarakat akan meningkatkan daya beli yang semuanya bermuara kepada peningkatan ekonomi nasional,” jelasnya.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini