nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI Heran Ada Keluhan Harga Mahal padahal Inflasi Rendah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 15:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 28 20 2024022 gubernur-bi-heran-ada-keluhan-harga-mahal-padahal-inflasi-rendah-861dlrWKF6.jpg Inflasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku heran bila masih ada pihak-pihak yang mengklaim harga-harga pangan masih tinggi. Padahal, indikator harga tercermin dari angka inflasi yang terus terjaga rendah.

Menurutnya, klaim harga pangan yang masih tinggi di tengah rendahnya angka inflasi tidaklah berdasar. Lantaran, angka inflasi yang tiap bulannya dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencakup perhitungan harga yang disurvei dari berbagai pasar di Indonesia.

"Ini masyarakat yang mana? (mengeluh harga pangan masih mahal). Karena kan indikator inflasi itu kan BPS mensurvei pasar-pasarnya dan bukan hanya pasar modern, tapi juga pasar plosok-plosok juga," kata dia dalam acara Economic Outlook: Prospek Ekonomi di Tahun Politik, Hotel Westin, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Baca Juga: Pantauan BI: Terjadi Deflasi 0,07% hingga Minggu Ketiga Februari

Dia menjelaskan, indikator perhitungan yang dilakukan BPS bahkan kini semakin berkembang hingga lebih dari 800 komoditas yang disurvei dari sebelumnya 600 komoditas. "Sehingga kalau inflasinya berdasarkan indeks harga konsumen yang disurvei dari seluruh pasar-pasar dan 800 lebih komoditas, itu juga merepresentasikan indeks harga," kata dia.

Di samping itu, BI sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) juga memiliki otoritas untuk merilis angka inflasi tersebut. Hal ini, dilakukan Bank Sentral dengan melakukan Survei Pemantauan Harga (SPH) komoditas di berbagai pasar di Indonesia melalui kantor perwakilannya.

"Ini untuk memantau stabilitas ekonomi Indonesia agar kebijakan bisa antisipatif, baik dari pihak pemerintah maupun BI bisa dilakukan lebih cepat," katanya.

perry

Oleh sebab itu, dia menegaskan, indikator harga pangan yang memang rendah sudah tercermin secara jelas berdasarkan angka-angka inflasi yang rendah dan selalu dirilis BPS setiap bulannya.

"Setiap minggu juga kami melakukan survei pemantauan harga dari 46 kantor lembaga kami dan bersama pemerintah membentuk pusat informasi harga pangan strategis, yang semuanya itu masih mengindikasikan harga-harga itu seperti itu (rendah)," tegas Perry.

Berdasarkan data BPS, sepanjang 2018 lalu inflasi tercatat sebesar 3,13% (year to date/ytd). Inflasi ini terkendali, berada di bawah sasaran pemerintah yang sebesar 3,5%. Adapun pada Januari 2019, inflasi hanya sebesar 0,32%, lebih terkendali dari Januari 2018 yang sebesar 0,62% dan di 2017 yang sebesar 0,97%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini