Share

Naik 10,31%, Waskita Beton Raup Laba Rp1,10 Triliun

Kamis 28 Februari 2019 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 28 278 2023898 naik-10-31-waskita-beton-raup-laba-rp1-10-triliun-62qObVB9v7.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Sepanjang tahun 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan 10,31% atau sebesar Rp1,10 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,00 triliun. Dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin, perseroan juga pendapatan Rp8,00 triliun pada 2018. Realisasi tersebut naik 12,61% dari Rp7,10 triliun pada 2017.

Namun beban pokok pendapatan perseroan naik lebih tinggi dari pendapatan pada tahun lalu. Tercatat, terjadi kenaikan 19,35% dari Rp5,15 triliun pada 2017 menjadi Rp6,15 triliun pada 2018. Laba kotor yang di kantongi emiten berkode saham WSBP itu senilai Rp1,84 triliun per 31 Desember 2018. Capaian itu turun 5,23% dari Rp1,94 triliun pada akhir 2017.

Baca Juga: Waskita Beton Precast Targetkan Kontrak Baru Rp10,39 Triliun

Di sisi lain, total liabilitas yang dimiliki produsen beton pelat merah itu turun 3,46% secara tahunan pada 2018. Total liabilitas turun dari Rp7,60 triliun per akhir 2017 menjadi Rp7,34 triliun pada 2018. Sebaliknya, ekuitas yang dimiliki tercatat tumbuh 7,73% secara tahunan pada 2018. Total ekuitas naik dari Rp7,31 triliun per akhir 2017 menjadi Rp7,88 triliun akhir tahun lalu.

Total aset yang dimiliki WSBP tercatat tumbuh tipis 2,03% pada 2018. Jumlah aset yang dimiliki tumbuh dari Rp14,91 triliun pada 2017 menjadi Rp15,22 triliun akhir tahun lalu. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10%. ”Pada 2019, WSBP menargetkan laba naik sekitar 10% dibandingkan 2018," kata Direktur Utama WSBP Jarot Subana dilansir dari Harian Neraca, Kamis (28/2/2019).

grafik

Dia menambahkan, perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal. Research Associate MNC Sekuritas Muhammad Rudy Setiawan dalam risetnya mengemukakan saham WSBP dinilai relatif aman sebagai instrumen investasi, seiring strategi perseroan untuk mengurangi proyek "turn key" guna menghindari kas operasional negatif.”Aksi ini akan menjadi sentimen positif bagi perseroan ke depan. Kebijakan tersebut juga akan membuat kinerja keuangan dan pergerakan harga saham WSBP lebih baik ke depan,”paparnya.

Dia menambahkan, keinginan manajemen WSBP untuk menerapkan integrasi bisnis mulai dari hulu ke hilir juga akan berdampak terhadap kenaikan margin keuntungan dalam jangka panjang."Integrasi bisnis akan dilaksanakan dengan mengakuisisi perusahaan penyedia bahan baku produksi, seperti tambang pasir, produsen besi, dan lainnya," paparnya.

Dirinya memproyeksikan, laba bersih Waskita Beton meningkat menjadi Rp1,39 triliun pada 2019 dibandingkan target 2018 yang sebesar Rp1,2 triliun, dan perolehan tahun 2017 yang sebesar Rp1 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini