Dapat Tambahan Proyek Tol, Waskita Beton Bukukan Kontrak Baru Rp1,5 Triliun

Selasa 05 Maret 2019 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 320 2025977 dapat-tambahan-proyek-tol-waskita-beton-bukukan-kontrak-baru-rp1-5-triliun-KKIpfS0Joq.jpg Tol Balikpapan-Samarinda (Foto: Jasa Marga)

JAKARTA – Hingga Februari 2019, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp1,5 triliun. Kontrak baru ini berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi seksi II, dan proyek lainnya.

Kemudian, per 22 Februari WSBP memperoleh termin sekitar Rp 1,5 triliun yang berasal dari berbagai proyek. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Jarot Subana mengatakan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di tahun ini, perusahaan terus berkomitmen untuk menyelesaikan beberapa proyek besar, antara lain proyek jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi II, proyek jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated II, proyek jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), proyek jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan proyek lainnya.

Baca Juga: Waskita Beton Precast Targetkan Kontrak Baru Rp10,39 Triliun

Strategi dan keseriusan WSBP untuk pengembangan produk pun merupakan bagian komitmen dari strategi perusahaan untuk mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi 40% pada 2019. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2018 kemarin, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp8,0 triliun.

Angka ini naik sebesar 13% dibandingkan pendapatan usaha sepanjang tahun 2017 sebesar Rp7,1 triliun. Selain itu perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik sebesar 10% dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp1,0 triliun.

Sedangkan untuk penerimaan pembayaran termin selama 2018 sebesar Rp11,4 triliun atau naik sebesar 148% dari penerimaan pembayaran termin tahun 2017 sebesar Rp4,6 triliun. Disebutkan, penerimaan pembayaran termin ini berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, proyek jalan tol Batang-Semarang, proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), proyek jalan tol Pematang Panggang - Kayu Agung (PPKA), proyek jalan tol Terbanggi Besar - Kayu Agung, dan berbagai proyek lain.

Baca Juga: Naik 10,31%, Waskita Beton Raup Laba Rp1,10 Triliun

Dari sisi perolehan nilai kontrak baru pada tahun 2018 sebesar Rp 6,66 triliun atau 102% dari target NKB 2018 sebesar Rp 6,56 triliun. Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar yang tengah disuplai oleh WSBP yaitu proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Tebing Tinggi-Parapat, dan proyek lainnya.

Kata Jarot Subana, perseroan membukukan cashflow operasional positif yang signifikan sekitar Rp1,8 triliun dan arus kas positif sebesar Rp271 miliar. Kondisi ini menjadi modal yang kuat bagi WSBP di tahun 2019. Hal ini disebabkan karena rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP yang masih sebesar 0,7x, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5x.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini