nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Mebel Ditargetkan Tembus USD5 Miliar pada 2024

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 13:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028385 ekspor-mebel-ditargetkan-tembus-usd5-miliar-pada-2024-a9GuEGWcGl.jpeg Furnitur (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan ekspor produk mebel alias furnitur dalam negeri sebesar USD5 miliar pada 2024. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menurutnya, mengejar target ekspor produk mebel dalam negeri sebesar USD5 miliar tidaklah mudah. Apalagi hingga kuartal III-2018 sendiri ekspor Indonesia hanya sebesar USD2,5 miliar.

"Itu (target USD5 miliar) terdiri dari 4 ditambah satu. Itu berarti harus berlanjut dulu. Sampai 2024," ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Menurut Airlangga, target tersebut bisa tercapai asalkan para pelaku industri rajin untuk mencari pasar-pasar ekspor baru. Seperti salah satu langkahnya adalah dengan mengikuti pameran-pameran Internasional.

Baca Juga: Jurus Pemerintah Kejar Target Ekspor Mebel USD2,5 Miliar di 2019

"Yang paling penting buyer dikejar. Pameran ini sudah paling besar dibandingkan pameran di Singapura, jadi ini merupakan pameran di ASEAN. Indonesia harus mendorong pameran sepeti ini," jelasnya.

Di samping itu, pemerintah juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk menarik investor agar menempatkan modalnya di Indonesia. Apalagi Indonesia memang menjadi banyak incaran investor luar negeri khususnya produk-produk mebelnya.

"Kita dorong Investor datang ke sini. Nilainya, Tanya ketua HIMKI dan pasukannya," ucapnya.

Selain itu lanjut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi khusus agar ekspor industri furnitur bisa tumbuh. Salah satunya memberikan keringanan fasilitas pajak, seperti tax allowance pada industri furnitur dan industri pendukung seperti lem, grendel, dan lainnya.

menperin

"Kami juga Mengusulkan insentif Super Tax Deduction untuk mendorong pengembangan SDM vokasi dan inovasi teknologi," ucapnya.

Di sisi lain lanjut Airlangga, pemerintah juga akan melarang bahan baku log /kayu dan rotan. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal.

"Kami melarang ekspor bahan baku log/kayu dan rotan asalan. Dan kami telah membangun Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal untuk meningkatkan penyediaan SDM yang terampil dan entrepreneur baru. Terakhir ada Fasilitasi pembiayaan ekspor melalui LPEI," jelasnya.

Pemerintah juga melakukan pengembangan market intelegence. Pengembangan ini bertujuan untuk mempermudah atau memperlancar akses menuju bahan baku, yang mana nantinya akan dikembangkan sistem Tata Kelola Logistik Bahan Baku Kayu dan Rotan.

"Pemerintah juga siap fasilitasi pembiayaan ekspor melalui LPEI," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini